Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kemenhan Bertekad Benahi Alutsista TNI Jadi Makin Canggih dan Modern

2 min read
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Pasukan TNI melaksanakan parade alat tempur dalam gladi resik HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

 JAKARTA | Kemampuan alutsista yang dimiliki TNI harus mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik terhadap ancaman dari dalam maupun luar negeri.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan terus bertekad dan berusaha melakukan pembenahan terhadap alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, baik dari TNI-AU, TNI AD, dan TNI-AL. Tekadnya jelas, memiliki alutsista dari tiga matra tersebut dengan kemampuan teknologi canggih dan modern.

Agar dapat mencapai tekad itu, pemerintah tak main-main. Besarnya anggaran pemerintah pada APBN 2020 untuk Kementerian Pertahanan mencapai angka Rp 127,36 triliun. Besaran tersebut meningkat bila dibanding anggaran pertahanan 2019 yang “hanya” Rp121 triliun. Peningkatan sebesar Rp 7 triliun tersebut cukup besar.

Sebagai informasi, plot anggaran pemerintah kepada Kemenhan adalah anggaran terbesar dibandingkan kementerian atau lembaga lainnya.

Anggaran pertahanan yang terus mengalami peningkatan inidalam rangka memenuhi kekuatan pokok minimum, atau lazim disebut minimum essential force (MEF). Istilah ini mulai bergulir pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2010.

Prabowo Sebut Anggaran Cukup

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan bahwa anggaran kementeriannya cukup bila dapat digunakan secara maksimal. “Anggaran saya kira cukup, asal kita penggunaannya baik,” ujarnya Prabowo, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (25/11/2019).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto setelah menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana, Jumat (22/11), mengaku anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah di bidang pertahanan sudah cukup dan perlu digunakan dengan sebaik-baiknya. Ratas tersebut membahas topik Kebijakan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).

Kemenhan mengalokasikan anggaran untuk program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) pada tahun 2020 sebesar Rp10,86 triliun. Alokasi ini meningkat 20 persen dari anggaran tahun 2019. Perinciannya, alokasi untuk modernisasi alutsista matra darat sebesar Rp4,59 triliun, matra laut Rp4,16 triliun, dan matra udara dengan besaran Rp 2,11 triliun.

Investasi di Industri Pertahanan

Perhatian pemerintah terkait pengadaan alutsista sebagai upaya memperkuat pertahanan negara akan fokus pada investasi di industri pertahanan agar berjalan dengan baik.

Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas itu menyampaikan bahwa dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri harus melibatkan BUMN dan pihak swasta agar bisa mengurangi ketergantungan pada luar negeri.

Pertama, kata Presiden Jokowi, roadmap-nya harus jelas dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri, mulai dari hulu sampai hilir dengan melibatkan baik BUMN maupun swasta sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada impor alutsista dari luar negeri.

Kedua, harus dipastikan ada alih teknologi atau transfer of technology (ToT) dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara-negara lain. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *