21 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Dorong Kebangkitan UMKM di Tahun 2021, Pegadaian Gandeng IWAPI

kebangkitan umkm
HeloBorneo.com – penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pegadaian Persero Kuswiyoto dengan Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi, Selasa (05/01/2021). (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA | Upaya mendorong kebangkitan UMKM serius diupayakan oleh pemerintah. Upaya-upaya itu melalui berbagai perusahaan milik negara, salah satunya seperti yang dilakukan pegadaian.

PT Pegadaian (Persero) menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) untuk membangun pemberdayaan anggota, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan koperasi melalui agen Pegadaian, demikian hal tersebut dirilis oleh Kementerian BUMN, Rabu (6/1/2021).

Upaya mendorong kebangitan UMKM ini lewat kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pegadaian Persero Kuswiyoto dengan Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi, Selasa (05/01/2021).

Sementara penandatanganan perjanjian kerjasama ditandangani oleh Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan, Damar Latri Setiawan, dengan Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi.

Direktur Utama PT Pegadaian Persero, Kuswiyoto menyambut baik kerja sama ini. IWAPI sebagai organisasi wanita pengusaha dengan jumlah anggota dan jaringan binis yang luas, diharapkan dapat membantu UMKM di Indonesia cepat naik kelas dan dapat membantu Pemulihan Ekonomi Nasional dengan menjadi agen Pegadaian. Kerja sama juga akan berfokus pada penyediaan layanan Tabungan Emas dan fasilitas pembiayaan bagi para anggota IWAPI.

“IWAPI mempunyai anggota 30 ribu lebih di Indonesia yang berfokus pada UMKM. Kerja sama dengan IWAPI, kita akan membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan dengan menjadi agen Pegadaian. Selain itu Kerja sama akan fokus pada penyediaan layanan Tabungan Emas dan fasilitas pembiayaan.”  Ujar Kuswiyoto.

Dorong kebangkitan UMKM lewat kerjasama strategis

Sementara Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi mengatakan penandatanganan MoU dengan Pegadaian merupakan kerja sama yang strategis, khususnya di tengah pandemi. Termasuk juga strategis terkait upaya mendorong kebangkitan UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakt untuk terus bertahan di tengah pandemi.

Nita menilai Pegadaian merupakan salah satu BUMN yang mampu membangkitkan UMKM, melalui bisnis yang dimiliki yaitu pembiayaan untuk UMKM, keagenan dan Tabungan Emas.


kebangkitan umkm
HeloBorneo.com – Foto: dok Pegadaian

Melalui kerja sama yang terbina, Nita berharap kebangkitan UMKM dapat terlaksana dengan baik, dan meningkatkan pendapatan tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi pelaku UMKM.

“MOU ini merupakan suatu kemitraan yang sangat strategis, terutama di masa pandemi. Hal tersebut karena banyak anggota dan pelaku UMKM yang terdampak. Kerjasama dengan Pegadaian akan membantu UMKM dalam meningkatkan pendapatan melalui keagenan dan pengembangan usaha melalui pembiayaan UMKM”. kata Nita.

Kolaborasi Pegadaian dan IWAPI merupakan kerja sama pertama di awal tahun  2021. Kerja sama diharapkan dapat terus mendorong kebangkitan UMKM, terutama di tengah pandemi.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 800 perusahaan yang telah menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Pegadaian, diantaranya adalah BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, perguruan tinggi dan instansi lainnya. Kolaborasi ini akan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan memberikan dampak penigkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sekilas UMKM

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, tetapi definisinya ternyata lebih luas dari itu. Dari sudut pandang pelaku usaha, UMKM bisa dideskripsikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil. Akan tetapi, beberapa ahli ekonomi menggunakan istilah berbeda untuk mendefinisikannya.


heloborneo.com – ilustrasi UMKM. (net)

Prof. Ina Primiana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran mendeskripsikan UMKM sebagai aktivitas usaha skala kecil yang mendukung pergerakan pembangunan serta perekonomian Indonesia. Sementara itu, M. Kwartono Adi menggunakan definisi lebih spesifik, yaitu badan usaha dengan profit kurang dari 200 juta Rupiah, dihitung dari laba tahunan.

Walau tidak melibatkan modal besar, mendorong kebangkitan UMKM cukup penting, karena adalah bagian penting dari roda perekonomian negara. Sifatnya yang fleksibel dan tidak menuntut modal besar membuatnya cocok sebagai alternatif usaha, terutama di tengah situasi sulit.

Perkembangan teknologi dan tren wirausaha membuat peran pelaku UMKM semakin penting. UMKM adalah salah satu penggerak ekonomi bangsa, sehingga keberadaan mereka sangat penting. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share