30 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kasus Omicron Masih Terus Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kasus Omicron masih terus menunjukkan kenaikan tiap harinya. Tim penanganan pandemi COVID-19 mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan.

_____________________________________________


 

JAKARTA | Kasus Omicron yang terkonfirmasi positif di Tanah Air telah melebihi puncak kasus konfirmasi harian varian Delta pada tahun lalu.

Menghadapi hal itu, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan kasus Omicron meskipun secara nasional, hingga saat ini tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) masih terkendali.

Situasi berbeda kasus omicron dan kasus delta

“Berdasarkan situasi yang membedakan kasus Delta dan Omicron ini tingkat BOR, bed occupancy rate saat ini masih di angka yang 33,41 persen. Jadi ini membedakan dengan kasus Delta yang lalu dan tentu pemerintah berharap bahwa masyarakat untuk terus waspada dalam menjaga agar transiminya tidak terlalu meningkat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, selepas mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (16/02/2022).

Menko Perekonomian menyebut bahwa saat ini pemerintah masih menggunakan mekanisme level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah. Pemerintah berharap agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Beberapa daerah sudah dikenakan level PPKM terutama sekarang episentrum di Jakarta, kemudian bergeser ke Jawa Barat. Tentu dalam 2-3 minggu ke depan bisa ke luar Jawa,” tuturnya.

Selain itu, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah terus meningkatkan pelayanan telemedisin untuk melayani masyarakat yang terpapar virus COVID-19 dan sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Namun pemerintah juga sudah mendorong dengan pelayanan telemedisin dan ketersediaan obat sehingga tentu bagi yang tanpa gejala maupun yang gejala ringan itu untuk dirawat isolasi mandiri di rumah atau kalau tidak memadai di isolasi terpusat,” tuturnya.

Sebagai informasi, Varian Omicron muncul sebagai varian yang menjadi perhatian WHO sejak November 2021. Hanya saja, dari semua mutasi yang telah diketahui para ilmuwan dari hasil penelitian terhadap varian ini, semunya telah diketahui para peneliti kecuali satu.(*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini