25 October, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kasus COVID-19 Menggila, Sejumlah Ketua Kadinda Minta Panitia Munas Kadin Peka

Panitia Munas Kadin diminta untuk lebih peka menyikapi melonjaknya kasus COVID-19 yang kian menggila di seluruh tanah air.

_____________________________________________

panitia munas kadin, munas kadin, munas VIII kadin, kadin indonesia
Panitia Munas Kadin diminta untuk lebih peka menyikapi melonjaknya kasus COVID-19 yang kian menggila di seluruh tanah air. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Logo Kadin Indonesia. (net)

 

JAKARTA | Beberapa Ketua Umum Kadinda, atau Kadin Daerah meminta panitia Munas VIII Kadin Indonesia sensitif dan peka. Ketua-ketua Kadinda itu telah meminta agar Munas Kadin VIII ditunda.

Usulan menunda perhelatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia ini menyusul tren melonjaknya kasus positif COVID-19 yang kian menggila di Tanah Air.

Sayangnya, saran yang digaungkan oleh beberapa Ketua Kadinda itu belum mendapatkan tanggapan dari panitia Munas Kadin.

Awalnya, penyelenggaraan Munas VIII Kadin itu akan berlangsung di Nusa Dua Bali pada 2-4 Juni 2021 lalu. Namun dengan alasan kesehatan yang terancam karena peningkatan kasus COVID-19, maka kegiatan Munas Kadin itu pun diundur dan dipindahkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Juni.

Ketua Kadinda kirim surat usulan penundaan ke panitia Munas Kadin

Celakanya, bukannya menurun, malah kasus baru positif COVID-19 semakin melonjak. Menyikapi perkembangan yang tidak kondusif itu, sejumlah Ketua Kadin Daerah telah melayangkan surat ke panitia Munas Kadin dan Ketua Umum Kadin. Surrat itu berisi usulan untuk munas ditunda.

Ketua Kadin Provinsi Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, Sabtu (19/6) lalu mengatakan bahwa panitia Munas Kadin seharusnya peka menyikapi hal ini.

“Panitia dan Ketum mesti peka dan tanggap. Penyebaran COVID-19 semakin tinggi, dan mengkhawatirkan. Munas Kadin akan melibatkan peserta sekitar 500 orang, pasti terjadi kerumunan. Sudah seyogyanya Munas Kadin ditunda. Kita harus patuh kepada aturan pemerintah. Kesehatan paling utama,” ujar Adik Dwi Putranto.

Jawa Timur termasuk Kadin provinsi yang sudah melayangkan surat permohonan munas mundur. Kadin daerah lain yang juga melakukan hal serupa adalah Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Barat, Riau, dan Papua Barat.

Sementara yang lain seperti Kadin Sumatera Utara juga telah menyampaikan secara lisan dan akan segera berkirim surat juga.

Penundaan Munas Kadin masuk akal

Immanuel Yenu, Ketua Kadin Papua, mengatakan bahwa penundaan Munas Kadin masuk akal.

“Ketika munas ditunda dan pindah dari Nusa Dua, Bali ke Kendari, kan karena Covid. Sekarang ini Covid semakin meningkat, jadi wajar, bila munas kembali ditunda. Kadin harus memberi contoh, dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid, seperti harapan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Pak Luhut Panjaitan,” ujarnya.

Potensi klaster baru COVID-19

Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara menyatakan keprihatinannya karena seruan para Ketua Kadin daerah agar munas ditunda belum digubris pihak panitia Munas Kadin. Padahal, menurutnya alasan penundaan itu sederhana, yaitu demi mencegah timbulnya klaster baru COVID-19.

“Permintaan penundaan munas itu bukan kemauan saya pribadi, tapi hasil rapat pengurus Kadin Jawa Barat. Alasannya sederhana, munas Kadin berpotensi membuat kerumunan, itu berpotensi juga menjadi klaster baru Covid,” jelas Cucu.

Munas VIII Kadin berbahaya bila dipaksakan 

Ketua Kadin Gorontalo, Muhalim Djafar Lity, juga mengungkapkan, bahwa bila tetap menjalankan Munas Kadin di tengah kondisi ini dapat membahayakan peserta dan juga masyarakat.

“Sangat berbahaya munas dilangsungkan di Kendari, 30 Juni. Berbahaya untuk kesehatan para peserta, dan juga berbahaya bagi masyarakat Kendari. Covid varian baru yang berkembang sekarang ini mudah menyebar dan lebih ganas, nyawa taruhannya,” tegasnya.

Kadin mesti tunjukkan profesionalitas

Dalam kesempatan berbeda, dukungan agar Munas VIII Kadin ditunda juga disampaikan oleh Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit Wicaksono. Menurutnya, KAdin seharusnya menunjukkan sikap profesional yang tanggap terhadap perkembangan terbaru.

“Kalau saya bukan soal tempatnya. Tapi lebih kepada momennya tidak tepat menggelar munas, saat Covid mengganas, seperti saat ini. Lebih baik tunda cari waktu yang pas. Kadin mesti menunjukan profesionalitasnya,” ujar Kukrit.


panitia munas kadin, munas kadin, munas VIII kadin, kadin indonesia
HeloBorneo.com — Ketua Penyelenggara Munas VIII Kadin yang juga Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP,  Adisatrya Suryo Sulisto. (Foto: Andri/Man/DPR)

 

Panitia jalan terus

Sikap berbeda diutarakan oleh pihak panitia. Ketua Penyelenggara Munas VIII, Adisatrya Sulisto, mengaku menerima sejumlah surat dari Kadin Daerah. Namun dirinya, berdasarkan arahan Ketum Kadin Indonesia akan tetap melaksanakan Munas VIII Kadin  itu.

“Saya tidak tahu persis jumlahnya, memang ada surat dari beberapa asosiasi dan Kadin daerah yang minta munas ditunda. Dari rapat panitia dengan Pak Rosan, Rabu (16/6), diputuskan persiapan jalan terus, sambil memantau perkembangan,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares