Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kabar Baik! Kerjasama Biofarma-Sinovac Masuki Tahap Uji Klinis Vaksin Covid-19

2 min read
vaksin covid-19
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Calon vaksin virus Corona (Covid-19). (Foto: Shutterstock)

JAKARTA | Kabar baik perihal vaksin covid-19. Riset kerjasama Biofarma-Sinovac saat ini mulai memasuki tahap uji klinis. Rencananya, uji klinis tersebut akan dilakukan di Indonesia.

Sebagai informasi, badan usaha milik negara (BUMN) Biofarma dan perusahaan biofarmasi asal China,Sinovac, telah bekerja sama untuk melakukan uji klinis vaksin covid-19 di Indonesia.

Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegro, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2020) malam.

Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini tahapan kerja sama tersebut sudah masuk tahap uji klinis. “Biofarma dan Sinovac dari China sudah akan masuk tahap uji klinis (vaksin covid-19) di Indonesia,” ujar Menristek.

Ia menjelaskan vaksin Covid-19 tersebut dibuat dari virus corona yang dilemahkan atau dimatikan.

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Lainnya

vaksin covid-19
HeloBorneo.com – Bambang Brodjonegoro. (Foto: Humas Kementerian PPN/Bappenas)

Menurutnya, vaksin DNA yang akan diujicobakan ke manusia untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya dalam mencegah virus corona penyebab Covid-19 menginfeksi.

Kerjasama itu, lanjutnya, hanya tahap produksi vaksin, bukan di pengembangan vaksin karena kedua perusahaan telah membuat sendiri bibit vaksin berdasarkan virus yang beredar di negaranya.

______________________________

Baca juga:

Wah! Indonesia Butuh 340 Juta Vaksin Covid-19

 

______________________________

 

Menristek menuturkan ada tiga pilihan terkait pengembangan dan produksi vaksin. Pertama, dengan cara membuat dan memproduksi vaksin sendiri secara mandiri. Kedua, dengan mengembangkan dan memproduksi vaksin bersama dengan pihak luar. Pilihan ketiga, yaitu hanya memproduksi vaksin bersama dengan pihak luar.

Pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap ketiga opsi itu. Hal tersebut dilakukan demi mempercepat kehadiran vaksin covid-19 yang ampuh untuk penanganan pandemi corona di Indonesia. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: