23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Jokowi Pangkas Harga Tes PCR, Netizen: Masih Mahal Pak!

Jokowi meminta jajarannya agar segera menurunkan harga tes PCR yang masih dianggap terlalu mahal. Harapannya, dengan penurunan itu akan meningkatkan jumlah testing terkait COVID-19.

_____________________________________________

harga tes pcr, jokowi
Jokowi meminta jajarannya agar segera menurunkan harga tes PCR yang masih dianggap terlalu mahal. Harapannya, dengan penurunan itu akan meningkatkan jumlah testing terkait COVID-19. | Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers memerintahkan harga tes PCR segera dipangkas, Minggu (15/8/2021). (tangkapan layar youtube)

 

JAKARTA | Harga tes PCR menjadi perhatian Jokowi. Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengatur kembali harga tes polymerase chain reaction (PCR) dalam mendiagnosis kasus konfirmasi COVID-19..

Harapannya, bila harga tes PCR turun, maka jumlah orang yang dites bisa diperbanyak. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 15 Agustus 2021.

“Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR dan saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini. Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp450.000 sampai Rp550.000,” jelas Presiden.

Di samping itu, Kepala Negara juga meminta agar hasil tes PCR tersebut bisa diketahui hasilnya dalam waktu cepat. “Saya juga minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1×24 jam. Kita butuh kecepatan,” tegasnya.

Kemenkes sudah atur biaya tes PCR

Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian Kesehatan RI telah mengatur batasan harga tertinggi untuk tes PCR melalui Surat Edaran Nomor HK. 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), yakni Rp900.000. Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Batasan tarif tertinggi itu tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan RT-PCR dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien COVID-19 di tanah air.

Reaksi netizen

Tidak butuh waktu lama, netizen pun langsung menyikapi langkah Presiden Joko Widodo itu. Banyak yang mendukung langkah itu. Tapi tidak sedikit juga yang menyuarakan bahwa harga tes PCR masih mahal di kisaran harga itu.

Berdasarkan pantauan tim liputan HeloBorneo.com, pada Minggu (15/8/2021), netizen mengungkapkan unek-uneknya terkait harga tes PCR melalui akun resmi Presiden Jokowi di platform media sosial twitter.

Seperti diungkap Randi Yusuf melalui akun @Randi_Yusuf. “Masih mahal Pak. Di puskesmas gratis hasilnya 3-6 hari di luar jakarta, seharusnya yg bayar PCR Rp 150-200rb, dan Swab Antigen Rp 50-75rb, itu baru OK pak. Jadi masyarakat tidak andalkan puskesmas yang gratis, makin banyak orang tracking mandiri karena terjangkau. Ini semua demi Indonesia,” ujarnya.



 

Komentar senada pun diungkapkan oleh Muh Ridho melalui akun @Muh_Ridh7 yang tegas mengatakan bahwa harga yang diinginkan Jokowi masih dianggap mahal. “Segitu masih mahal pak,” ungkapnya.



 

(*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares