Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Ibu Kota Negara Pindah, Bappenas Jamin Budaya Lokal Tetap Terjaga

2 min read
Staf Ahli Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati (Foto: Antaranews/Novi Abdi)

HeloBorneo.com, PENAJAM | Sebagaimana diketahui, pemerintah telah berencana untuk melakukan pemindahan ibu kota negara Indonesia dari DKI Jakarta ke wilayah baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Wilayah Penajam Paser Utara yang terletak di provinsi Kaltim mendapatkan kehormatan menjadi ibu kota yang baru. Ternyata, dibalik pemindahan ini, terdapat kekhawatiran terjadinya marjinalisasi budaya lokal, bahkan bisa jadi dapat menjadi hilang.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pemerintah membantahnya.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara ke daerah baru tidak akan menghilangkan budaya lokal di daerah tersebut.

“Budaya lokal wajib dilestarikan dengan dipindahkannya ibu kota negara ke wilayah Penajam Paser Utara,” ujar Vivi Yulaswati saat melakukan pertemuan mengenai pemindahan ibu kota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (19/11/2019) sebagaimana dilansir dari Antara..

Staf ahli menteri ini bersama Tim Kementerian PPN/Bappenas melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh adat. Pertemuan dengan masyarakat tersebut didampingi oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara Hamdam beserta sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Kegiatan pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menggali lebih banyak informasi oleh Kementerian PPN/Bappenas mengenai masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Secara khusus, dimaksudkan untuk menggali lebih dalam dampak terkait aspek sosial budaya seiring pemindahan ibu kota negara ke daerah itu.

“Dengan pemindahan ibu kota negara, sosial budaya di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat tetap dilestarikan,” lanjut Vivi.

Walaupun nanti ibu kota negara telah resmi pindah ke Kabupaten Paser Utara tercipta keanekaragaman budaya, Vivi menjelaskan sejatinya tetap tidak meninggalkan berbagai simbol atau istilah budaya lokal yang perlu dilestarikan.

Lebih lanjut, menurut Vivi Yulaswati, budaya lokal akan tetap dilestarikan dalam konteks ibu kota negara Indonesia yang baru nantinya, yang ditetapkan di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tujuan lain pertemuan ini yaitu Kementerian PPN/Bappenas dapat menggali lebih dalam menyangkut sosial ekonomi seperti karakteristik, mata pencaharian serta kehidupan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan lain sebagainya.

“Jadi saat pemindahan ibu kota negara berjalan, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah solusi terbaik dalam lingkungan masyarakat, sehingga tidak ada yang dirugikan,” jelas Vivi Yulaswati.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara tampak antusias dan turut menyampaikan harapan bahwa nantinya, pemindahan ibu kota negara tidak akan menghilangkan kearifan serta budaya lokal yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Harapan berikutnya dari masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara adalah, bahwa dengan terpilihnya wilayah tersebut sebagai calon ibu kota negara Indonesia yang baru, mereka berharap dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat di daerah tersebut khususnya, dan juga masyarakat pulau Kalimantan. [HB]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

1 thought on “Ibu Kota Negara Pindah, Bappenas Jamin Budaya Lokal Tetap Terjaga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *