23 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Hetifah Sjaifudian Minta Mendikbud Dengarkan Tuntutan Para Guru

2 min read
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Guru sedang mengajar para siswa di kelas. (Foto: Tribunnews)

HeloBorneo.com – JAKARTA | Guru sebagai sosok yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan pendidikan generasi penerus bangsa juga butuh perhatian. Guru juga sosok manusia dengan kebutuhan yang harus terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan para guru juga cukup penting. Dengan demikian, para guru dapat tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar yang kian berat di era milenial ini.

Betapa tidak? Era dimana teknologi terus berkembang serta kemudahan mengakses beragam informasi juga menuntut para guru untuk turut peka mengikuti setiap perubahan tersebut, karena kondisi-kondisi itu akan memberikan pengaruh terhadap proses belajar kepada para siswa yang mereka ajar dan didik.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti hal tersebut. Hetifah menegaskan bahwa Pemerintah wajib memberikan hak para guru secara layak. Terlebih ketika para guru telah melaksanakan kewajibannya dengan baik.

Politisi perempuan Partai Golkar ini berharap agar para guru yang sering menyuarakan tuntutannya perlu didengar dengan baik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami berharap Mendikbud memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Selain itu, birokrasi di bidang pendidikan harus dibenahi, pelatihan harus diberikan agar kompetensi guru semakin meningkat dan berkualitas dalam melahirkan generasi penerus,” ujar legislator DPR Fraksi Partai Golkar ini di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Guru Perlu Terus Berinovasi

Selain mendukung tuntutan para guru, Hetifah mengingatkan para guru agar tetap melakukan inovasi. Menurutnya, inovasi itu penting, agar guru dapat melakukan proses pembelajaran yang relevan dan mudah diterima. Dengan demikian pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh para siswa di kelas.

“Saat ini (segala sesuatunya mudah – red) dapat diakses di internet. Makanya guru harus lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran di dalam kelas,” ujarnya.

Sosok yang juga Ketua Umum PP KPPG (Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar) ini memberikan contoh penyampaian pelajaran sejarah. Menurutnya, proses penyampaiannya dapat dikemas secara menarik.

“Misalnya ketika mengajar terkait sejarah kemerdekaan. Guru harus mampu mengemas itu menjadi narasi yang menarik. Sehingga, pesan-pesan moral yang dikandung dalam proses kemerdekaan dapat dipahami para pelajar,” demikian jelas Hetifah.

Dari Model Menghapal Menjadi Model Diskusi

Hetifah juga memberikan masukan tentang penerapan proses belajar yang perlu lebih mengedepankan proses diskusi ketimbang menghapal pelajaran. Menurutnya, ruang-ruang diskusi dalam kelas perlu terus didorong. Dengan demikian, generasi muda dapat menggunakan nalar dan argumen secara baik, dan menjadi pribadi yang lebih aktif, terutama dalam menyuarakan pendapatnya. (HB)

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *