21 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Hetifah: Pendidikan Vokasi Harus Ciptakan Pengusaha Muda

2 min read
Pendidikan Vokasi
HeloBorneo.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: Kresno/DPR)

JAKARTA | Pendidikan vokasi tidak boleh diabaikan. Dunia pendidikan idealnya tidak hanya menciptakan para pekerja. Lebih dari itu, harus ada pencipta lapangan kerja. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai, dibutuhkan sinergi dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha, agar ke depan pendidikan vokasi mampu melahirkan para pengusaha muda yang handal.

Sebagaimana rilis yang diterima HeloBorneo.com, Hetifah Sjaifudian pada Rabu (12/2/2020) mengatakan, perlu ada perubahan kebijakan vokasi di Indonesia agar mampu menciptakan para pengusaha muda. Dalam rapat Panja Vokasi Komisi X DPR RI dengan berbagai asosiasi pelaku usaha terungkap, banyak ketidaksesuaian kurikulum sekolah dengan dunia usaha.

“Kelembagaan Indonesia masih tertinggal untuk dapat menangani permasalahan-permasalahan vokasi. Di negara maju biasanya ada komite vokasi untuk menentukan arah pendidikan vokasi itu seperti apa,” ujar Hetifah. Pihaknya berharap, perlu ada jembatan yang menghubungkan dua kepentingan antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha.

Gelar Rapat Bahas Vokasi

Pada Senin (10/2/2020) lalu, Komisi X DPR RI sempat menggelar rapat dengan HIPMI, APINDO, ASITA, PHRI, ABUJAPI, FTHR, dan perwakilan KADIN. Rapat ini untuk membicarakan pendidikan vokasi di Indondesia. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anthony J Supit, sebenarnya banyak negara yang memiliki masalah yang sama dengan Indonesia, seperti masalah mismatch dan kurikulum. Namun, biasanya negara-negara lain cukup cepat dalam menangani hal tersebut.

Lebih lanjut Hetifah berharap, “Panja vokasi ini harus cepat menyampaikan aspirasi yang telah terserap kepada pembuat kebijakan. Sebelum kebijakan itu diterbitkan. Lapangan usaha harus ada yang menciptakan dan SDM kita harus juga ada yang dilatih untuk itu. Tidak harus skala besar, yang penting bisa berjalan dan bertahan,” imbuh Hetifah.

Legislator dapil Kalimantan Timur itu mendesak HIPMI menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan vokasi untuk menciptakan kader-kader pengusaha muda. Para anggota HIPMI yang muda-muda dan inspiratif kelak bisa menjadi influencer bagi generasi muda agar mau memulai usaha. Ini bisa dilakukan kerja sama dengan pemerintah untuk membuat program-program konkrit terkait creativepreneur. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares