22 January, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Gelombang Ketiga COVID-19 di Sejumlah Negara, Satgas Ingatkan Masyarakat Waspada

2 min read
gelombang ketiga COVID-19
HeloBorneo.com – Juru bicara satgas COVID-19, Wiku Adisasmito. (Foto: tangkapan layar kanal youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA | Gelombang ketiga COVID-19 sedang terjadi di sejumlah negara. Satgas COVID-19 pun mengingatkan agar masyarakat waspada dan terhindar dari gelombang ketiga pandemi virus corona ini.

Demikian Wiku Adisasmito sebagai Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengingatkan hal tersebut. Wiku mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah negara yang terancam mengalami pandemi COVID-19 gelombang ketiga. Gelombang ini menunjukkan adanya kondisi kenaikan kasus virus corona secara signifikan pada periode tertentu.

“Jika gelombang ketiga terjadi, maka kenaikan kasus yang terjadi akan terjadi untuk kali ketiga,” demikian ujar Wiku Selasa (5/1/2021) lewat konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan, bahwa negara-negara yang mengalami pandemi gelombang ketiga, virus menyebar ke lapisan masyarakat yang lebih luas. Tak hanya itu, Wiku merujuk pada contoh kasus yang dialami oleh Jepang. Di negara matahari terbit itu, klaster penularan virus pada sektor sosial dan ekonomi juga mengalami peningkatan, setelah sebelumnya sempat melandai.

Di Jepang, kasus gelombang ketiga COVID-19 ini banyak muncul di tempat kerja.


gelombang ketiga covid-19
HeloBorneo.com – Orang-orang yang memakai masker wajah untuk membantu mengekang penyebaran virus corona berjalan di jalan perbelanjaan Aoyama di Tokyo Minggu, 27 Desember 2020. Jepang melarang masuknya semua warga negara asing bukan penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona baru dan berpotensi lebih menular yang telah tersebar di seluruh Inggris. Kementerian Luar Negeri mengatakan larangan masuk akan mulai Senin dan berlangsung hingga 31 Januari. (Yuka Ando/Kyodo News via AP) (Yuka Ando)

Daerah terlambat lakukan mitigasi

Wiku menilai, bahwa terjadinya keterlambatan dalam antisipasi lonjakan kasus yang dialami disebabkan karena ketidaksiapan daerah dalam melakukan mitigasi. Mitigasi penanganan COVID-19 yang baik, kata dia, meliputi upaya kuratif berupa persiapan fasilitas kesehatan yang memadai, serta upaya preventif dengan penegakan disipilin protokol kesehatan.

“Walaupun negara yang tergolong maju dari segi penanganan kesehatan yang baik dengan fasiltias yang lengkap, nyatanya belum tentu dapat mampu menopang perkembangan kasus jika tidak disertai dengan kepatuhan protokol kesehatan,” ujar Wiku.

Indonesia coba cegah lonjakan kasus dan gelombang ketiga COVID-19

Soal lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini, satgas COVID-19 mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah berupaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Beberapa hal dilakukan pemerintah untuk menekan lonjakan kasus, diantaranya melalui pembuatan pedoman rekayasa pelayanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus, hingga penguatan koordinasi antara Satgas Penanganan COVID-19 tingkat nasional sampai kelurahan untuk mendukung upaya perubahan perilaku disiplin protokol kesehatan.

Pemerintah juga berupaya membatasi mobilitas penduduk di dalam dan luar negeri guna mencegah adanya imported case (kasus impor) dari daerah atau negara lain.

Dirinya pun meminta partisipasi aktif masyarakat untuk ikut menekan lonjakan kasus COVID-19 ini, dan menjadikan sebagai momentum. “Jadikan hal ini sebagai momentum untuk masyarakat berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya terkait lonjakan kasus dan kemungkinan datangnya gelombang ketiga COVID-19 di tanah air.

“Upaya pemerintah ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat, sehingga kami memohon kerja sama masyarakat untuk menegakkan kepatuhan terhadap peraturan yang dibuat,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share