24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mulai Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Food Estate di Kalteng Bakal Berjalan Baik

Bila berjalan sesuai rencana, Food Estate di Kalteng akan mulai panen pekan depan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo optimis kedepannya akan berjalan baik.

_____________________________________________

food estate di kalteng
HeloBorneo.com — Ilustrasi: lahan pertanian. (Foto: Dok. Kementan)

 

JAKARTA | Proyek pemerintah untuk mendorong kemandirian pangan lewat pembangunan Food Estate di Kalteng mulai membuahkan hasil. Bila sesuai perencanaan, panen pertama akan mulai pada pekan depan.

Saat melakukan Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Senin (8/2/2021). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan Food Estate di Kalteng yang berada di kawasan Kabupaten Pulang Pisau, akan mulai memasuki masa panen raya perdana sekitar pekan depan.

Syahrul Yasin Limpo pu optimis panen tersebut dapat terlaksana dengan baik. “Dari yang sedang direncanakan, kami optimistis bisa melaksanakan panen dengan baik,” ujarnya.

Dia menekankan, Food estate bukan dikhususkan untuk menanam satu komoditas. Namun, diperuntukkan bagi banyak komoditas pangan, termasuk perikanan dan peternakan sehingga petani mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang dibudidayakan.

“Kalau kita korporasikan, kita bisa melakukan intervensi KUR (kredit usaha rakyat). Di sini tidak single commodity, tapi kita juga bawa komoditas perkebunan dan hortikultura,” jelas SYL.

Bantah pengembangan Food Estate di Kalteng disebut gagal

Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah direncanakan seluas 30 ribu hektare (ha). Khusus untuk Kabupaten Pulang Pisau, areal yang sudah ada seluas 10 ribu ha. Hingga saat ini telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 ha dan yang sudah ditanam seluas 8.838 ha.

Lanjutnya, proses pengolahan lahan food estate seluas 30 ribu hektare hingga saat ini masih berlanjut. Meskipun ada masalah dari ribuan hektare hamparan sawah yang ada.

Syahrul menyebutkan, food estate di Kalimantan Tengah memang berbeda dengan kawasan lain seperti Aceh maupun Jawa. Mayoritas kawasan food estate berupa lahan rawa sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaannya. Namun, Syahrul membantah jika program itu disebut gagal.

“Di mana yang tidak berhasil? Dari 30 ribu hektare, tentu ada sajalah 1, 2, atau 10 hektare yang bersoal karena kita hadapi hama, tikus, hujan,” katanya.

dia juga mengatakan bahwa Food Estate di Kalteng baru akan memasuki masa panen, sehingga tidak bisa disebut gagal. “Mana bisa disebut gagal kalau panen saja baru mau dimulai,” tegasnya.

Komitmen terus mengembangkan lumbung pangan baru

Di depan anggota Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan di kawasan food estate atau lumbung pangan baru, Kalimantan Tengah (Kalteng) itu.

Upaya pengembangan Food Estate di Kalteng sebagai upaya memenuhi cadangan pangan nasional. Food and Agriculture Organization (FAO) pada awal pandemi mengingatkan potensi krisis pangan yang bisa melanda dunia.

“Kita memang akan terus melakukan tambahan-tambahan untuk terus membenahi apa yang ada di sana. Food estate bisa menjadi jawaban sehingga cadangan kita bisa terpenuhi,” sebut Syahrul.

Food estate yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bersama sejumlah kementerian/lembaga lain berbasis korporasi pertanian. Dengan konsep ini, pemerintah bisa lebih mudah memfasilitasi bantuan pembiayaan maupun memasifkan mekanisasi. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 19
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares