2 December, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dukung Pembangunan IKN, Tokoh Masyarakat dan Adat Kaltim Bertemu Jokowi

Pembangunan IKN akan segera digiatkan pemerintah demi mencapai target Jokowi untuk menggelar upacara kemerdekaan pada Agustus 2024 di Ibu Kota Negara yang baru. Dukungan dari berbagai kalangan di masyarakat pun terus mengalir.

_____________________________________________

pembangunan IKN, ibu kota negara
Pembangunan IKN akan segera digiatkan pemerintah demi mencapai target Jokowi untuk menggelar upacara kemerdekaan pada Agustus 2024 di Ibu Kota Negara yang baru. Dukungan dari berbagai kalangan di masyarakat pun terus mengalir. | HeloBorneo.com — Presiden Jokowi bertemu tokoh masyarakat di Kaltim, Senin (31/01/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

 

JAKARTA | Proses pembangunan IKN terus bergulir. Dukungan terhadap hal itu pun terus mengalir kencang. Presiden RI Joko Widodo pun bertemu dengan para elemen masyarakat Kaltim di Balikpapan.

Pertemuan antara Jokowi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan adat Kalimantan Timur ini bertempat di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Para tokoh masyarakat tersebut menyampaikan aspirasinya dan mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, pada Senin (31/01/2022).

“Alhamdulillah baru saja selesai ya pertemuan Bapak Presiden dengan tokoh adat masyarakat Kalimantan Timur dan tadi sama-sama kita dengarkan pertama bahwa tokoh masyarakat adat Kalimantan Timur sangat antusias dan mendukung penuh pembangunan IKN. Tentu ada masukan-masukan yang sangat berharga, mulai dari pentingnya memperhatikan kearifan lokal, penguatan SDM, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah aspek budaya yang ini terus akan diperhatikan dan ditingkatkan di dalam pengembangan IKN mendatang,” ujar Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Taufik Hanafi.

Tokoh Kaltim sambut baik pembangunan IKN

Dukungan terhadap pembangunan IKN disampaikan oleh Sultan Kutai Kartanegara, Muhammad Arifin. Pihaknya menyambut baik dibangunnya IKN di Kalimantan Timur.

“Kami atas nama Sultan Kutai Kartanegara mendukung penuh 100 persen diadakannya pembangunan IKN saat ini,” ujar Sultan Kutai Kartanegara, Muhammad Arifin.

Hal senada disampaikan oleh Sultan Paser, Muhammad Jarnawi, yang menyebut bahwa Kesultanan Paser menyambut antusias pembangunan IKN. Ia juga mengaku sangat bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo.

“Kami sendiri dari Kesultanan Paser menyambut dengan antusias IKN dan kami memohon segera dibangun ibu kota negara baru ini. Karena kami yakin dengan perpindahan ibu kota baru mudah-mudahan membawa wajah baru dan martabat di dunia. Kami juga meminta dari Kesultanan Paser dibuat Istana Kesultanan Paser di dekat IKN ibu kota negara,” jelasnya.

Minta masyarakat adat Kaltim turut dilibatkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara

Kepala Adat Dayak Kenya, Ajang Tedung, menerima dengan senang hati rencana pembangunan IKN. Di samping itu, ia juga meminta agar masyarakat adat dilibatkan dalam Badan Otorita maupun pembangunan fisik Ibu Kota Negara baru NKRI yang menggantikan Jakarta itu.

“Pertama itu, dengan adanya IKN ini tolong di dalam Badan Otorita tuh masyarakat adat bisa diakomodir. Yang kedua dalam pembangunan fisik ya masyarakat sebagai mitra kerja. Yang ketiga karifan lokal, tolong perhatikan kearifan lokal, adat istiadat, budaya,” kata Ajang.

Dukungan juga datang dari Syarifuddin HR selaku Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar. Ia pun meminta agar masyarakat adat setempat di Kaltim lebih diperhatikan, terutama menyangkut kualitas sumber daya manusianya.

“Kami hanya minta tolong diperhatikan sumber daya manusia kami supaya kami tidak kalah dengan saudara-saudara kami pendatang dari luar nantinya, supaya saudara-saudara kami generasi kami nanti bisa bersaing karena penduduk Kalimantan adalah penduduk yang welcome , yang selalu bisa menghargai satu sama lain,” ujar Syarifuddin.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan, Andi Singkeru, mengatakan bahwa sebagai masyarakat pendatang pihaknya sudah berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat asli Kalimantan. Ia menyebut bahwa masyarakat apapun yang mengisi IKN nantinya adalah masyarakat Indonesia.

“Kami bersama keluarga, bersama anak cucu, kami berdampingan dengan suku-suku asli, kami berharap agar bisa menjadi wadah yang terbaik ke depan,” tandasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini