17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dokter Terawan Dipecat IDI, Alasannya Promosikan Vaksin Nusantara

Dokter Terawan dipecat IDI, atau Ikatan Dokter Indonesia. Menurut surat pemecatan yang ramai beredar, salah satu alasannya  karena mantan Menteri Kesehatan RI itu nekad mempromosikan Vaksin Nusantara ke masyarakat walau proses uji klinisnya belum selesai.

________________________________________

dokter terawan dipecat
Dokter Terawan dipecat IDI, atau Ikatan Dokter Indonesia. Menurut surat pemecatan yang ramai beredar, salah satu alasannya  karena mantan Menteri Kesehatan RI itu nekad mempromosikan Vaksin Nusantara ke masyarakat walau proses uji klinisnya belum selesai. | HeloBorneo.com — Mantan Menkes RI, dr. Terawan Agus Putranto. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

 

JAKARTA | Berita Dokter Terawan dipecat menjadi buah bibir saat ini. Banyak pihak yang pro, namun yang kontra juga tidak sedikit terkait hal itu.

Epidemiolog Pandu Riono mengunggah dokumen berupa surat pemecatan dr. Terawan Agus Putranto, SpRad (K). Surat tersebut berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pandu Riono mengunggah surat tersebut di akun media sosial Instagram miliknya, @pandu.riono, pada Sabtu (26/3/2022). Dalam surat itu tertera ditujukan kepada Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI terkait pemecatan Dokter Terawan.

Unggahan surat tersebut menyebutkan pada poin 3, ” Bahwa didapatkan dugaan tidak dijumpainya itikad baik dari Dr. Terawan Agus Putranto, SP.Rad sepanjang 2018-2022.”

Kemudian isi surat tersebut menjabarkan beberapa bukti terkait dugaan tidak dijumpainya itikad baik dari Dokter Terawan sepanjang kurun waktu yang dimaksud.


dokter terawan dipecat
HeloBorneo.com — Tangkapan layar. (Foto: instagram @pandu.riono)

 

Dokter Terawan promosikan Vaksin Nusantara walau belum rampung

Pada poin-poin penjabaran bukti dalam surat itu, Pandu Riono memberikan garis bawah pada surat yang diunggahnya. Bagian yang digarisbawahi itu terkait kegiatan dokter Terawan mempromosikan Vaksin Nusantara.

“Yang bersangkutan melakukan promosi kepada masyarakat luas di Tanah Air tentang Vaksin Nusantara sebelum penelitian selesai,” demikian bunyi pada salah satu poin di surat tersebut.

Sebagai catatan, menurut dokter Terawan, Vaksin Nusantara itu akan menjadi jawaban untuk mengakhiri pandemi COVID-19 yang telah berlangsung sejak 2020.

Selain terkait Vaksin Nusantara, bukti lainnya yang mendorong IDI melakukan pemecatan terhadap dokter Terawan karena disebut belum menyerahkan bukti terkait pelaksanaan sanksi etik.

“Yang bersangkutan belum menyerahkan bukti telah menjalankan sanksi etik sesuai SK MKEK No. 009320/PB/MKKEK-Keputusan/02/2018 tertanggal 12 Februari 2018 hingga hari ini,” sebagaimana dikutip dari surat tersebut.

Dokter Terawan dipecat imbas pelanggaran berat

Tak hanya mengunggah surat pemecatan dr Terawan, Epidemiolog Pandu Riono juga mengungkapkan bahwa dokter Terawan dipecat IDI sebagai akibat dari pelanggaran berat yang dilakukan dokter yang juga jenderal itu.

“Kasus pelanggaran Etika Berat dokter Terawan cukup panjang, investigasi sudah dilakukan sejak tahun 2013. Hasil sidang MKEK terakhir pada tanggal 8 Feb 2022 disampaikan pada disampaikan pada @PBIDI sebsgai kelanjutan hasil MKEK dan Muktamar IDI tahun 2018. Keputusan MKEK tsb dibahas pd sidang khusus Muktamar IDI XXXI tgl 21-25 Maret 2022.” demikian ungkap Pandu Riono. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini