28 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Cegah Virus Corona, Legislator DPR Sebut WNI Asal Wuhan Sebaiknya Diisolasi di Kapal

2 min read
HeloBorneo.com – Anggota DPR RI dari Dapil Kepri, Ansar Ahmad. (Foto: ANTARA/Nikolas Panama/am)

TANJUNGPINANG | Cegah virus Corona, Legislator DPR menyebutkan agar sebaiknya WNI asal Wuhan diisolasi di kapal. Hal ini dilakukan selama masa pemantauan atau observasi 14 hari. Masa observasi selama 14 hari ini mengingat waktu inkubasi virus Corona yang berlangsung selama dua minggu.

Anggota DPR RI asal Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebutkan usulan itu sebagai upaya mencegah dampak negatif akibat penolakan warga di Natuna.

“Karantina atau isolasi di kapal perang milik TNI AL akan lebih baik. Cukup disiapkan bahan makanan yang memadai dan perlengkapan kesehatan di dalam kapal,” ujarnya di Tanjungpinang, Kepri, sebagaimana dilansir Antara, Ahad (2/2/2020).

Masyarakat Natuna Resah

Ansar Ahmad yang juga Sekretaris Fraksi Golkar pada Kelompok Kerja Komisi V DPR RI ini mengatakan penyebab keresahan masyarakat Natuna terkait hal ini. Menurutnya, kebijakan menempatkan WNI asal Wuhan di Natuna tidak tersosialisasikan secara maksimal oleh pemerintah pusat. Hal ini jelas menyebabkan Pemkab Natuna dan masyarakat menolak WNI dari Wuhan dikarantina di daerah tersebut.

Politisi Partai Golkar ini menilai wajar reaksi penolakan warga. Mereka khawatir terjangkit virus Corona. Selain itu,  kekhawatiran warga juga kian bertambah mengingat pemahaman terhadap virus Corona yang dianggap minim. Padahal, pihak Kementerian Kesehatan menjamin WNI di Wuhan dalam kondisi sehat ketika dilakukan proses evakuasi.

“Informasi di media sosial dan media massa yang deras terkait virus corona menimbulkan rasa takut. Apalagi tidak disertai sosialisasi yang masif kepada tokoh masyarakat dan pemda sebelum kebijakan karantina di Natuna itu diberlakukan,” lanjut Ansar.

Kebijakan Tidak Populer

Ansar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kepri ini mengatakan demonstrasi berhari-hari yang dilakukan warga di Natuna sebagai puncak kekesalan warga akibat kebijakan pemerintah pusat yang tidak populer.

Menurut Ansar, masyarakat Natuna bukan anti terhadap WNI di Wuhan yang dievakuasi ke Indonesia. Masyarakat Natuna hanya tidak ingin virus mematikan itu masuk ke daerah tersebut. Masyarakat ingin cegah virus Corona masuk ke sana.

Permasalahan ini bermula dari kebijakan yang berpotensi menimbulkan penolakan, namun mengabaikannya. Pemerintah pusat, khususnya Kemenkes, diminta untuk tidak mengabaikan aspirasi daerah. Apalagi Natuna merupakan daerah perbatasan yang strategis.

Ansar menilai seharusnya bila pihak Kemenkes sudah menjamin, tidak perlau ada rasa khawatir. “Kalau Kemenkes sudah bisa menjamin, semestinya tidak perlu khawatir yang berlebihan. Namun, persoalannya, ini (kebijakan) tidak disosialisasikan lebih awal,” ujarnya.

Ditampung di Kapal

Legislator DPR RI ini mengusulkan solusi yang dapat menjadi pertimbangan pemerintah. Ansar meminta pemerintah menyediakan tempat khusus untuk isolasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan. Menurutnya, mereka dapat ditempatkan di kapal tanker, dan kemudian berlabuh di lepas pantai.

Kebijakan ini perlu dipertimbangkan untuk mencegah dampak lanjutan dari kebijakan yang telah dilaksanakan di Natuna. Ia menilai pemerintah pusat masih dapat mengambil kebijakan yang lebih baik. “Masih ada waktu pemerintah agar mengambil kebijakan yang lebih baik,” pungkasnya.

(*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak |

Bagi artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares