25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Indonesia Masih Resesi, BPS: Tahun 2020 Alami Kontraksi Sebesar 2,07 Persen

Berdasarkan laporan BPS terkini, Indonesia masih resesi, Ditunjukkan dengan angka pertumbuhan ekonomi minus 2,07 persen selama tahun 2020.


Indonesia masih resesi
HeloBorneo.com – ilustrasi.

JAKARTA | Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kondisi terkini pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal IV-2020 pada Jumat (5/2/2021). Data menunjukkan bahwa Indonesia masih resesi.

Suhariyanto, Kepala BPS, melaporkan bahwa perekonomian Indonesia 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.434,2 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp56,9 Juta atau US$3.911,7.

Indonesia masih resesi, tahun 2020 kontraksi 2,07 persen

Dikatakannya, Ekonomi Indonesia tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2019.

“Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,04 persen,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,70 persen. Sementara, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 14,71 persen.

Triwulan IV -2020 kontraksi 2,19 y-on-y, bukti Indonesia masih resesi

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2020 terhadap triwulan IV-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,19 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 13,42 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 7,21 persen. Sementara, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 13,52 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,42 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,15 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 27,15 persen.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada 2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,75 persen, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,51 persen.

Sebagai informasi, kontraksi (pertumbuhan negatif) PDB selama dua kuartal atau lebih secara beruntun adalah definisi dari resesi. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares