2 December, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bendungan Sepaku Semoi Suplai Air Baku IKN Nusantara, Ditarget Rampung Awal 2023

Bendungan Sepaku Semoi terus dikebut pembangunannya. Pasalnya, infrastruktur ini memiliki peran vital, yaitu sebagai penyuplai air baku untuk kebutuhan di IKN Nusantara.

________________________________________

bendungan sepaku semoi
Bendungan Sepaku Semoi terus dikebut pembangunannya. Pasalnya, infrastruktur memiliki peran vital, yaitu sebagai penyuplai air  baku untuk kebutuhan di IKN Nusantara. | HeloBorneo.com — Titik Nol Kilometer IKN (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

 

PENAJAM | Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunaan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pekerjaan fisik bendungan ditargetkan selesai pada awal tahun 2023. Setelah itu, proses pengisian awal atau impounding ditargetkan pertengahan tahun 2023. Kehadiran bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku dan pengendalian banjir di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, keberadaan Bendungan Sepaku Semoi dapat memenuhi kebutuhan air selama 7 tahun sejak proyek itu selesai. “Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi penyediaan air baku IKN masih cukup hingga 2030,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jumat (22/04/2022).

Bendungan Sepaku Semoi telah direncanakan lama

Basuki mengatakan, bendungan dengan luas genangan 280 hektare dan kapasitas tampung 10,6 juta m3 ini sudah cukup lama direncanakan cukup lama. Pada awalnya, bendungan itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan. Selanjutnya, dengan adanya IKN akan dioptimalkan untuk penyediaan air baku berkapasitas 2.500 liter per detik dan mereduksi banjir sebesar 55 persen.


bendungan sepaku semoi
HeloBorneo.com — Peta kebutuhan lahan pembangunan bendungan untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat ibu kota negara Indonesia yang baru (Foto: Antara/Bagus Purwa)

 

Saat ini konstruksi Bendungan Sepaku Semoi mencapai 45 persen. Progres ini meliputi pekerjaan penyiapan bangunan pelimpah, bangunan pengelak, dan tubuh bendungan meliputi main caver dam.

Bendungan dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak hingga tahun 2023 senilai Rp556 miliar dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya- PT Sacna- dan PT. BRP (KSO).

________________________________________

Berita terkait:

________________________________________

Ada bendungan lainnya untuk menopang IKN Nusantara

Selain Bendungan Sepaku Semoi, Kementerian PUPR juga akan membangun Bendungan Batu Lepek yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter per detik. Selain itu, ada juga Bendungan Selamayu dengan potensi air baku sebesar 3.950 liter per detik.

Sebagai informasi, studi kelayakan Bendungan Batu Lepek telah dilakukan pada tahun 2020 dan Bendungan Selamayu pada tahun 2021.

“Ke depan kita juga akan tambah dengan membangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu, sementara untuk pengendalian banjir di IKN jaringan drainasenya sedang kita desain untuk segera dikerjakan,” ujar Basuki.

Di Kalimantan Timur sendiri sudah terdapat enam tampungan air. Keenamnya yaitu Bendungan Manggar di Balikpapan dengan kapasitas tampung 14,2 juta meter kubik, Bendungan Teritip di Balikpapan dengan kapasitas 2,43 juta meter kubik.

Selanjutnya ada Embung Aji Raden di Balikpapan dengan kapasitas 0,49 juta meter kubik, Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara dengan kapasitas 5,09 juta meter kubik, Intake Kalhol Sungai Mahakam dengan kapasitas 0,02 juta meter kubik, dan Bendungan Lempake di Samarinda dengan kapasitas 0,67 juta meter kubik.  (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini