24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waspada! RI Catat Lebih dari 1200 Angka Kematian COVID-19 dalam 5 Hari

Angka kematian COVID-19 dalam 5 hari terakhir sebanyak lebih dari 1.200 nyawa manusia Indonesia memberikan kekhawatiran dan patut diwaspadai semua pihak.

_____________________________________________

angka kematian covid-19
HeloBorneo.com — Ilustrasi: Petugas mengubur peti jenazah berisi korban virus corona COVID-19 ke sebuah pemakaman di Jakarta. (Foto: Bay ISMOYO/AFP)

 

JAKARTA | Virus Corona telah merenggut nyawa 1.204 orang di Indonesia dalam lima hari pertama bulan Ferbruari ini. Angka kematian COVID-19 ini berbanding terbalik dengan indikasi awal bahwa jumlah kematian dan infeksi baru telah menurun.

Tercatat, sebanyak 31.202 orang telah meninggal karena akibat COVID-19 di Indonesia sejak pandemi dimulai. Januari 2021 menyisakan catatan kelam dengan cap sebagai bulan paling mematikan dengan 7.860 kematian.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 per Jumat (5/2/2021) kemarin, secara angka rata-rata tujuh hari  menunjukkan angka kematian COVID-19 menunjukkan penurunan ke angka terendah dalam sepekan terakhir. Tetapi, jumlah kematian dalam periode lima hari terakhir adalah 233 lebih banyak jika dibandingkan dengan periode yang sama di bulan Januari 2021.

Sebagai informasi, angka resmi pemerintah menunjukkan sebanyak 11.749 kasus baru dicatat pada hari Jumat (5/2/2021), sehingga jumlah total kasus menjadi 1.134.854. Sejak 1 Februari,  ada penambahan lebih dari 56.500 kasus baru COVID-19.

Jumlah kasus mencapai 176.672 atau 15,6 persen dari keseluruhan kasus yang dikonfirmasi.

Lonjakan kasus di 4 provinsi terpadat

Walaupun infeksi baru COVID-19 telah menurun tajam di beberapa provinsi, tetapi empat provinsi terpadat di tanah air terus mengalami lonjakan kasus. Empat provinsi di pulau Jawa yang notabene merupakan pulau terpadat di Indonesia menyumbang 61,5 persen dari penghitungan nasional.

Jumlah harian di Jakarta telah mencapai 3.300 selama delapan hari berturut-turut, sehingga totalnya menjadi 287.233.

Sementara, Jawa Barat tidak pernah melaporkan kurang dari 2.000 kasus dalam sehari sejak 24 Januari dan mencatat total 161.748 kasus.

Jawa Tengah bertambah sekitar 7.500 kasus dalam lima hari terakhir dengan total 132.887 kasus.

Kasus virus korona baru menjadi tren di Jawa Timur, tetapi rata-rata masih ada 751 kasus sehingga totalnya menjadi 116.549.

Namun, di provinsi lain kasus harian telah turun, seperti di Banten, Sumatera Barat dan Riau sejak awal bulan Februari. Masing-masing provinsi itu rata-rata antara 59 dan 73 kasus.

Sulawesi Selatan juga mengalami penurunan hitungan harian menjadi sekitar 290 dari rata-rata 555 pada bulan Januari. Provinsi ini memiliki total 49.692 kasus, beban kasus Covid terbesar di luar Jawa.

Terparah di luar 4 provinsi terbesar

Tercatat, Provinsi Kalimantan Timur masih mengalami pertumbuhan kasus COVID-19 secara eksponensial dengan rata-rata 648 kasus sampai saat ini, sehingga totalnya menjadi 44.454 kasus.

Untuk ketiga kalinya sejak wabah, Bali mencatat lebih dari 500 kasus pada hari Jumat, sehingga jumlah total kasus di pulau resor menjadi 27.699. Ini telah mengambil alih Banten dan Sumatera Barat dalam seminggu terakhir untuk pindah ke tempat kedelapan provinsi yang terkena dampak terparah.

Yogyakarta adalah provinsi berikutnya di mana transmisi baru belum melambat. Provinsi di selatan Jawa ini mencatat total 23.186 kasus, dibandingkan dengan 13.340 kasus pada bulan lalu.

Angka kematian COVID-19

Virus ini telah membunuh lebih banyak orang di Jawa Timur daripada di provinsi lain. Menurut rilis yang dikeluarkan Satgas, angka kematian COVID-19 hingga Jumat (5/2/2021) totalnya mencapai 8.068 kematian di provinsi itu.

Jawa Tengah berada di urutan berikutnya dengan total angkakematian COVID-19 mencapai 5.622 kematian, diikuti oleh Jakarta (4.485), Jawa Barat (2.033) dan Kalimantan Timur (1.046). (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares