27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Analis Sebut 7 Parpol Pendukung UU Ciptaker Bakal Ditinggal Pemilih, Terutama Partai Ini

2 min read
Suasana di ruang rapat paripurna DPR jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta. (Foto: suara.com/Novian)

JAKARTA | Gejolak buruh, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, menurut analis politik dari lembaga Political Public Policy Studies Jerry Massie akibat UU Cipta Kerja yang dikebut di tengah pandemi Covid-19.

“Ada hukum akibat yakni berbuat sesuatu ada efek dan akibatnya,” kata alumnus American Global University kepada Suara.com, Rabu (7/10/2020).

Jerry menyoroti kejanggalan dalam insiden mikrofon dimatikan ketika anggota Fraksi Demokrat Irwan Fecho interupsi sebelum pengesahan UU Cipta Kerja, kemudian aksi debat yang membuat anggota Fraksi Demokrat Benny K. Harman akan diusir dari ruang sidang. “Ini sungguh memalukan,” kata Jerry.

Tetapi Jerry dukung langkah anggota Fraksi Demokrat yang menolak UU Cipta Kerja dan walk out dalam sidang pengesahan UU Cipta Kerja.

Sebanyak 18 anggota dewan dan 40 tenaga ahli DPR terpapar Covid-19 juga menjadi sorotan Jerry.

Menurut prediksi Jerry, demonstrasi menentang UU Cipta Kerja akan terus berlanjut.

“Mulai dari serikat guru menolak lantaran bagi mereka UU ini bertentangan dengan UUD 45 terkait pendidikan dijadikan komoditas perdagangan,” kata dia.

Jerry mempertanyakan siapa sesungguhnya pengusung UU Cipta Kerja. UU Cipta Kerja didukung oleh tujuh fraksi. Hanya Demokrat dan PKS yang menolak. “Saya lihat ini berdampak di pilkada partai pengusung UU ini akan ditinggalkan pemilih, terutama Golkar,” kata dia.

“Bayangkan STM pun ikut melawan, bukan hanya mahasiswa. Saya nilai pemimpin kita bukan menyembuhkan penyakit, malahan menambah penyakit,” Jerry menambahkan.

Dalam kondisi bangsa diterjang pandemi corona, muncul demonstrasi dimana-mana. Jerry memprediksi akan berdampak pada munculnya klaster-klaster baru Covid-19: klaster omnibus law. “Kasihan juga paling relawan Covid-19 dan gugus tugas yang bekerja keras lagi,” kata dia. (sumber: Suara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares