25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Buntut Kudeta Moeldoko, AHY dan 34 DPD Partai Demokrat Datangi Kemkumham dan KPU

Buntut Kudeta Moeldoko melalui KLB Jumat (5/3/2021) lalu, pada Senin ini Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat dengan didampingi 34 Ketua DPD akan mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia serta Komisi Pemilihan Umum (KPU).

_____________________________________________

kudeta moeldoko
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat dengan didampingi 34 Ketua DPD akan mendatangi Kemenkumham serta KPU. HeloBorneo.com — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Partai Demokrat)

 

JAKARTA | Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dari 34 provinsi di Tanah Air akan mengunjungi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia serta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (8/3/2021).

Langkah ini sebagai respons dari kudeta Moeldoko terhadap Partai berlambang bintang tiga sudut itu.

Rombongan Partai Demokrat akan ke Kemenkumham untuk menyerahkan surat berisi laporan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh peserta kongres luar biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat memberikan konfirmasi soal rencana kunjungan itu saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/3/2021) sebagaimana dilansir dari Antara.

AHY beserta 34 ketua DPD Partai Demokrat akan melanjutkan lawatan ke Komisi Pemilihan Umum kemungkinan untuk keperluan yang sama, yaitu melaporkan perbuatan melanggar hukum terkait kudeta Moeldoko itu.

Rapat sehari penuh bahas kudeta Moeldoko

Tim komunikasi Partai Demokrat mengumumkan perjalanan ke Kemenkumham akan dilakukan bersama-sama dari kantor pusat partai di Jalan Proklamasi No.41, Jakarta, pukul 09.00 WIB.

Ketua umum Partai Demokrat menggelar rangkaian rapat konsolidasi selama satu hari penuh, Minggu (7/3), bersama dewan pimpinan pusat (DPP), ketua DPD dari 34 provinsi yang sebagian besar datang langsung ke kantor pusat partai, Wisma Proklamasi.

AHY juga menggelar pertemuan dengan ketua dewan pimpinan cabang (DPC) dari 514 kabupaten dan kota.

Dalam pertemuan itu, para ketua DPD dan DPC menyatakan kesetiaannya terhadap Partai Demokrat pimpinan AHY dan mereka sepakat bahwa kongres luar biasa di Deli Serdang minggu lalu merupakan perbuatan melawan hukum, khususnya terhadap anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang jadi dasar hukum partai.

“Ketua DPD dan ketua DPC tidak pernah memberi mandat kepada siapapun untuk hadir dan memberi suara (pada kongres luar biasa di Deli Serdang, red),” kata AHY ke awak media pada sesi awal pertemuan dengan ketua DPC di Jakarta, Minggu malam.

_____________________________________________

Berita terkait:

Pidato SBY Tanggapi “Kudeta” KLB Partai Demokrat: Perang untuk Mendapatkan Keadilan

_____________________________________________

 

Menurut AHY, informasi itu penting disebarluaskan dan diketahui oleh publik agar tidak ada kabar bohong yang disebarkan oleh peserta KLB. AHY telah ditetapkan sebagai ketua umum periode 2020-2025 menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono, lewat Kongres Partai Demokrat V tahun lalu.

Kongres luar biasa yang digerakkan oleh sejumlah anggota serta bekas pengurus Partai Demokrat menetapkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai pimpinan baru partai periode 2021-2025 menggantikan AHY.

Dalam kongres luar biasa di Deli Serdang, pimpinan sidang, Jhoni Allen juga menetapkan Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina Partai Demokrat periode 2021-2025.

Sebagai informasi, Marzuki Alie telah dipecat secara tidak hormat dari keanggotaan Partai Demokrat bulan lalu karena pelanggaran kode etik.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung memberikan respons pada Jumat (5/3/2021) malam terkait KLB di Medan yang menjadi pemberitaan hangat di kancah politik nasional. Saat itu, SBY mengatakan Partai Demokrat akan “berperang” demi mendapatkan keadilan. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares