25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

8 Juta Bulk Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba, Erick Thohir: Stok Vaksin Kita Aman

Tambahan vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba hari ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus menambah pasokan vaksin dan mempercepat proses vaksinasi di tanah air.

_____________________________________________

vaksin COVID-19 Sinovac, erick thohir
Tambahan vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba hari ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus menambah pasokan vaksin dan mempercepat proses vaksinasi di tanah air. | HeloBorneo.com — Menteri BUMN dan Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir

 

JAKARTA | Hari Senin, 31 Mei 2021, pukul 11:48 WIB, tambahan 8 juta bulk vaksin COVID-19 Sinovac tiba di tanah air melalui bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Vaksin COVID-19 itu tiba dalam bentuk bahan baku atau bulk yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd.

Kedatangan ini membuat jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia menjadi 91,9 juta dosis, kombinasi antara vaksin berbentuk jadi dan bahan baku (bulk).

Kedatangan tambahan 8 juta bulk vaksin COVID-19 Sinovac itu disaksikan langsung oleh Menteri BUMN dan Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir.

Bulk vaksin COVID-19 Sinovac itu disimpan dalam 4 envirotainer besar dan 1 envirotainer kecil. Kedatangannya dihantarkan oleh pesawat Garuda GA 891. Setelah tiba di tanah air, selanjutnya akan diberangkatkan ke fasilitas Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.

Tambahan vaksin COVID-19 Sinovac menambah jumlah ketersediaan di tanah air

Dengan kedatangan vaksin tahap ke-14 ini, maka hingga saat ini telah terima 3 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, 6,41 juta dosis vaksin jadi produksi AstraZeneca, 1 juta dosis vaksin jadi produksi Sinopharm – dimana 500 ribu merupakan hibah UEA, serta dalam bentuk bahan baku atau bulk sebanyak 81,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac yang setelah diolah di Bio Farma akan menjadi 65.5 juta dosis vaksin jadi.

“Jadi secara total, terdapat 75,9 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi,” ujar sosok pemimpin Kementerian BUMN itu.

Jumlah total vaksin jadi lebih sedikit daripada jumlah total dosis yang telah tiba di Indonesia (kedatangan) dikarenakan ada wastage dan overfill dalam proses produksi dari vaksin bahan baku menjadi vaksin jadi.

Dengan demikian, total jumlah dosis kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia, kumulatif dari vaksin jadi dan bulk, hingga hari ini adalah sebanyak 91.910.500 dosis.

Jumlah total vaksin jadi lebih sedikit daripada jumlah total dosis yang telah tiba di Indonesia dikarenakan ada wastage dan overfill dalam proses produksi dari vaksin bahan baku menjadi vaksin jadi.

Komitmen pemerintah terus meningkatkan pasokan vaksin

Dia menegaskan, pemerintah berkomitmen melindungi warganya dengan mengamankan dan meningkatkan pasokan vaksin.

“Kita patut syukuri, karena walau ditengah disrupsi pasokan dan alokasi pengadaan vaksin di dunia, stok vaksin kita aman, dan terus ditingkatkan,” ujar Menteri Erick di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (31/5/2021).

Ia menambahkan, selain mendapatkan vaksin lewat kerjasama bilateral dan multilateral, Indonesia tengah mengembangkan vaksin produksi dalam negeri untuk membangun kemandirian bangsa dan memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19.

“Pemerintah bekerja sama dengan beberapa lembaga-lembaga pengembang, baik dari universitas dan lembaga penelitian. Tidak cukup disitu pemerintah juga bekerja sama dengan pihak lainnya. Pemerintah ingin bisa memproduksi vaksin sendiri tidak hanya impor.’ ujarnya.

Proses vaksinasi COVID-19 terus dipercepat

Menurut Erick, proses vaksinasi terus dipercepat.

“Hingga saat ini realisasi pelaksanaan vaksinasi di Indonesia telah mencapai total 26,85 juta dosis,” jelasnya.

Ia menekankan, percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi, ditambah disiplin protokol kesehatan, tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga untuk mengendalikan pandemi, mengembalikan kualitas kehidupan kita, menggerakkan kembali ekonomi kita.

“Agar pertumbuhan ekonomi antara 4,1% sampai 5,1% di tahun 2021 bisa kita capai. Kita bangun Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh,” tegas Erick.

Kuncinya, Erick kembali mengingatkan, ini harus menjadi keseriusan dan perjuangan bersama, serta disiplin protokol kesehatan.

“Insya Allah kerja keras ini bisa kita lihat di akhir tahun ini atau awal tahun depan, bisa ada kemajuan vaksin merah putih atau vaksin yang bekerja sama dengan pihak lain. Saya juga ucapkan Terima kasih atas kerja sama kementerian dan lembaga, termasuk, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, yang berjibaku memastikan vaksinasi berjalan dengan baik,” tukas sang menteri. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares