14 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

WHO Rencana Selidiki Asal Usul COVID-19 Tahap Dua, China Tolak Keras!

Penyelidikan asal usul COVID-19 tahap dua yang rencananya bakal digelar oleh WHO mendapatkan penolakan keras dari China. Padahal penyelidikan itu untuk menyelidiki kebenaran hipotesis WHO terkait asal usul virus mematikan itu.

_____________________________________________

asal usul covid-19, penyelidikan WHO terkait corona, WHO, China
Penyelidikan asal usul COVID-19 tahap dua yang rencananya bakal digelar oleh WHO mendapatkan penolakan keras dari China. Padahal penyelidikan itu untuk menyelidiki kebenaran hipotesis WHO terkait asal usul virus mematikan itu. | HeloBorneo.com — Ilustrasi. Foto: AP Photo

BEIJING | China keras menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan penyelidikan asal usulĀ  COVID-19 tahap dua. Tahap ini mencakup hipotesis bahwa virus tersebut kemungkinan lolos dari laboratorium China, kata seorang pejabat tinggi.

Penolakan China itu teraungkap pada Kamis (22/7/2021) melalui wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China, Zeng Yixin, kepada wartawan.

“Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal (virus) seperti itu, dalam beberapa aspek, yang mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan,” ujar Zeng Yixin.

Sebelumnya, pada awal Juli WHO kembali menyerukan pentingnya transparansi dari pihak berwenang China dengan mengusulkan studi asal usul COVID-19 tahap dua tentang asal-usul virus corona di China, termasuk audit laboratorium dan pasar di kota Wuhan.


asal usul covid-19, penyelidikan WHO terkait corona, WHO, China
HeloBorneo.com — Peter Ben Embarek, anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal virus corona (COVID-19), mengunjungi pasar boga bahari Huanan di Wuhan, provinsi Hubei, China, Minggu (31/1/2021). (Foto: REUTERS/Thomas Peter/HP/djo)

 

China terkejut terkait rencana penyelidikan asal usul COVID-19 tahap dua

Diungkapkan oleh Zeng, pihaknya terkejut ketika pertama kali membaca rencana WHO soal penyelidikan asal usul COVID-19 tahap dua itu. Pasalnya, penyelidikan fase kedua itu mencantumkan hipotesis bahwa pelanggaran protokol laboratorium di China telah menyebabkan kebocoran virus selama penelitian.

“Kami berharap WHO secara serius meninjau pertimbangan dan saran yang dibuat oleh para ahli China dan benar-benar memperlakukan penelusuran asal virus penyebab COVID-19 sebagai masalah ilmiah, dan menyingkirkan campur tangan politik,” ujar Zeng, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Yixin juga menuturkan China menentang politisasi studi asal-usul COVID-19. “China menentang politisasi penelitian ini,” katanya lebih lanjut.

Masih jadi perdebatanĀ 

Asal usul virus corona baru masih diperdebatkan di antara para ahli.

Kasus pertama yang diketahui muncul di kota Wuhan di China tengah pada Desember 2019. Virus itu diyakini telah menular ke manusia dari hewan yang dijual untuk makanan di suatu pasar kota. Tak lama virus itu pun menjalar ke seluruh dunia hingga kini.


asal usul covid-19, penyelidikan WHO terkait corona, WHO, China
HeloBorneo.com — Ilustrasi. Investigasi tim WHO di Wuhan Februari lalu mengungkap misteri corona. (Foto: REUTERS/Thomas Peter)

 

Pada Mei 2021 lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan para bawahannya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang sumber yang mengatakan bahwa badan-badan intelijen AS sedang mencari tahu teori-teori yang berpotensi, termasuk kemungkinan sebuah kecelakaan (kebocoran) laboratorium di China.

Zeng, bersama dengan para pejabat lain dan pakar China pada konferensi pers, mendesak WHO untuk memperluas upaya penelusuran asal virus corona baru ke negara lain di luar China.

“Kami percaya kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin dan tidak perlu menginvestasikan lebih banyak energi dan upaya dalam hal ini,” kata Liang Wannian, pemimpin tim China untuk tim ahli gabungan WHO.

Namun, Liang mengatakan hipotesis kebocoran laboratorium tidak dapat diabaikan sepenuhnya tetapi menyarankan bahwa jika diperlukan bukti, negara-negara lain pun dapat melihat kemungkinan kebocoran dari laboratorium mereka.

Rencana WHO

Sebelumnya, sejumlah diplomat di Jenewa mengatakan bahwa WHO menyerukan studi asal usul COVID-19 lebih lanjut di China dan bukan negara lain, khususnya untuk audit laboratorium di sekitar Wuhan.

Sebagai informasi, Pada Februari lalu, tim yang dipimpin peneliti WHO menghabiskan empat minggu di Wuhan untuk melakukan penelitian asal usul COVID-19 bersama dengan para peneliti China.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mempresentasikan rencana tersebut kepada negara-negara anggota pada pertemuan tertutup, Jumat (16/7/2021) minggu lalu.

“Kita butuh informasi, informasi langsung seperti apa situasi lab ini sebelum dan di awal pandemi. Nanti kalau kita dapat informasi yang lengkap, kita bisa mengesampingkan itu. Salah satu tantangannya lagi, tantangan dari akses dan juga transparansi terkait hipotesis yang diajukan,” kata Ghebreyesus.

Ghebreyesus menyampaikan rencana ini sehari setelah dirinya mengatakan bahwa penyelidikan selama ini terhambat kekurangan data informasi mentah dari pemerintah China mengenai hari-hari pertama kemunculan kasus Covid-19 di Wuhan. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares