25 February, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

China Sumbang 500 ribu Vaksin COVID-19 ke Filipina, Janji Tingkatkan Kerja Sama Pasca Pandemi

2 min read
vaksin covid-19, china
HeloBorneo.com – Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. (kiri) bersalaman siku dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi (kanan) saat bertemu di Manila, Filipina (16/1/2021). (Foto: Francis Malasig/Pool via REUTERS)

MANILA | China menyumbangkan vaksin COVID-19 ke Filipina sebanyak 500.000 dosis dan keduanya berjanji untuk saling meningkatkan kerja sama dalam upaya pemulihan pasca pandemi.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, China berjanji pada Sabtu (16/1/2021) untuk menyumbangkan 500.000 dosis vaksin COVID-19 ke Filipina saat kedua negara menandatangani kesepakatan infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pemulihan pasca pandemi.

Diplomat senior China, Wang Yi, saat mengungkapkan pemberian sumbangan vaksin COVID-19 itu mengatakan bahwa negaranya akan berdiri bersama rakyat Filipina sebagai teman terdekat.

“Sebagai teman Filipina dan tetangga terdekat Anda, kami akan berdiri teguh bersama rakyat Filipina sampai virus ini kalah,” kata Wang Yi  dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Filipina.

Sebagai informasi, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan salah satu penguncian terpanjang dan paling ketat di dunia untuk menahan virus pada Maret tahun 2020 lalu. Hal ini membuat salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia terhenti lajunya.

Sumbangan vaksin COVID-19 dari China cairkan hubungan kedua negara

Pembicaraan Wang di Manila mengakhiri kunjungan selama seminggu ke empat negara Asia Tenggara. Duterte telah mencari hubungan yang lebih hangat dengan Beijing sejak menjabat pada tahun 2016. Langkah Duterte itu mengesampingkan perselisihan teritorial dan isu geopolitik dengan imbalan janji bantuan, pinjaman, dan hibah.

China memainkan peran yang sangat penting dalam menghidupkan kembali ekonomi kawasan kami,” katanya, Sabtu (16/1/2021). Duterte mengajak untuk melakukan semua hal yang bisa dilakukan untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi antara Filipina dan China.

China mengatakan akan mendonasikan 500.000 dosis vaksin COVID-19 ke Filipina, tanpa mengatakan vaksin mana yang akan ditawarkan, kata istana presiden dalam sebuah pernyataan.

Tertinggi kedua di ASEAN setelah Indonesia

Di tengah pandemi COVID-19 yang tengah melanda dunia saat ini, tercatat hampir 499.000 kasus virus corona dan hampir 9.900 kematian di Filipina. Negara ini memiliki jumlah infeksi dan kematian tertinggi kedua di kawasan ASEAN setelah Indonesia.

Sebagai informasi, Manila juga telah mengikuti langkah negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Singapura dalam mengamankan dosis vaksin COVID-19.

Duterte mengatakan dia lebih suka mendapatkan vaksin COVID-19 dari China atau Rusia. Diketahui, Filipina telah membeli 25 juta dosis vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh pembuat vaksin China Sinovac Biotech, dengan 50.000 dosis pertama diharapkan tiba pada Februari.

Pertemuan pejabat dari kedua negara pada Sabtu (16/1/2021) kemarin dalam rangka menandatangani kesepakatan untuk hibah 500 juta yuan ($ 77 juta) dari China untuk mendanai infrastruktur, mata pencaharian, dan proyek lainnya di Filipina.

Selain itu, juga tercapai kesepakatan dengan menandatangani kontrak komersial untuk skema kereta api senilai $ 940 juta, 71 kilometer (44 mil) di utara ibu kota. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share