24 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Upaya Tangkal Penyebaran Virus Corona, China Batalkan Perayaan Tahun Baru Imlek

3 min read
tahun baru imlek
HeloBorneo.com – Petugas polisi China mengenakan masker pelindung saat mereka berpatroli di depan Festival Musim Semi tahunan, di stasiun kereta api Beijing, Kamis, 23 Januari 2020. (GettyImages)

BEIJING | Tahun baru Imlek tiba. Seharusnya, perayaan tahun baru imlek menjadi suatu hal yang sangat meriah di daratan China. Namun tidak untuk kali ini. Tanggal 25 Januari 2020 ini merupakan hari pertama Tahun Baru Imlek. Peristiwa perayaan tahunan kali ini tidak diwarnai dengan perayaan megah untuk menyambut kedatangan Tahun Tikus Logam atau Tikus Emas 25 Januari 2020, atau Tahun Baru Imlek 2571 menurut penanggalan China.

Namun untuk perayaan kali ini, suasana berubah 180 derajat. Pemerintah China membatalkan acara perayaan publik besar-besaran demi menangkal penyebaran wabah virus corona yang tengah menyelimuti negara beruang panda ini.

Di waktu yang paling dirayakan tahun ini di China, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, banyak kota membatalkan perayaan, termasuk Beijing. Tahun ini, musim perayaan telah menjadi musim ketakutan. Sebagaimana dilansir dari CNN, Sabtu (25/1/2020), pemerintah China sedang berupaya keras menangkal penyebaran wabah virus Corona. Dalam waktu enam minggu sejak wabah dimulai di pusat kota Wuhan, telah jatuh banyak korban. Sebanyak 26 orang telah meninggal dan 830 orang telah jatuh sakit di daratan China karena virus. Walau mirip, virus Corona ditengarai lebih parah ketimbang sindrom pernafasan akut, atau severe acute respiratory syndrome (SARS).

Mengisolasi Kota

Wuhan dan Huanggang telah diisolasi oleh pemerintah China. Tindakan itu sebagai upaya menutup celah penyebaran virus Corona. Tak hanya itu, pihak berwenang di Beijing telah membatalkan semua perayaan Tahun Baru Imlek berskala besar. Termasuk juga pameran tradisional dan perayaan di sekitar kuil.

“Telah diputuskan untuk membatalkan acara-acara skala besar. Termasuk festival kuil, di Beijing mulai hari ini,” demikian pernyataan Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing.

Di Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa yang menjadi asal muasal wabah ini, diberlakukan ‘penangguhan sementara’ bagi seluruh transportasi umum. Warga kota tersebut diimbau untuk tidak keluar rumah, yang berarti mereka tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar mereka saat Tahun Baru Imlek.

Kegiatan-kegiatan lain yang juga dianggap mengancam, juga turut ditutup untuk meredam penyebaran virus. Padahal, Festival Musim Semi selama liburan imlek akan berlangsung selama 15 hari. Contohnya, Shanghai Disneyland. Untuk sementara waktu, tempat hiburan itu menutup pintu bagi para pengunjung. Tak hanya itu, tujuh film blockbuster yang rencananya akan tayang di bioskop akhir pekan ini telah dibatalkan atau ditunda. Hal ini menjadi kerugian besar, mengingat periode liburan biasanya merupakan daya tarik besar bagi penonton bioskop.

Perayaan besar-besaran Tahun Baru Imlek juga telah dibatalkan di wilayah administrasi khusus Macao dan Hong Kong. Di kedua kota tersebut, masing-masing melaporkan dua kasus virus Corona.

Dampak Bagi Kunjungan Wisatawan

Awalnya, mungkin orang memandang ini sebagai kasus biasa. Sekarang, sulit untuk menghindari kenyataan pahit ini. Wabah virus Corona menjadi hal penting yang membutuhkan perhatian khusus.

Pembatalan perayaan Tahun Baru Imlek akan berdampak ksignifikan bagi pariwisata China. Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya hal ini. Tahun Baru Imlek bagi China sama seperti periode liburan Natal dan Tahun Baru bagi Amerika Serikat. Hanya saja, sebanyak 1,4 miliar penduduk Cina yang jumlahnya lebih dari empat kali lipat dari AS. Jumlah itu akan membuat dampak kerugian bagi China akan jauh lebih besar.

Padahal, pada awal bulan ini, China mempersiapkan diri untuk 3 miliar perjalanan wisata selama periode Festival Musim Semi. Perkiraan jumlah itu sedikit naik dari tahun lalu yang angkanya tercatat sebnyak  2,99 miliar perjalanan.

Sekarang, ratusan ribu orang di China menghadapi rencana perjalanan yang terganggu. Pada Kamis pagi (23/1/2020), para pelancong yang sedang antri di stasiun kereta api berkecepatan tinggi Wuhan, kecewa. Mereka menghadapi kenyataan pahit tentnag gagalnya perjalanan akibat seluruh akses transportasi menuju dan keluar Wuhan ditutup pemerintah. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares