25 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Rusia Bantah Tudingan Sebarkan Hoaks Konspirasi AS Dibalik Wabah Virus Corona

2 min read
Hoaks Konspirasi AS Dibalik Wabah Virus Corona
HeloBorneo.com – Maria Zakharova menolak tuduhan oleh pejabat AS sebagai “palsu”. (Foto: Getty Images)

MOSKOW | Berita hoaks tentang konspirasi AS dibalik wabah virus Corona menyebar luas di media sosial. Rusia dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap penyebaran disinformasi yang merugikan pihak Amerika Serikat. Rusia pun tidak terima dan membantah keras tudingan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari BBC, Minggu (23/2/2020), juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, kepada kantor berita Rusia Tass memberikan komentarnya. Maria Zakharova dengan tegas membantah tuduhan itu. Dia menolak disebut sebagai pihak penyebar disinformasi, terutama tentang wabah virus Corona di media sosial.

Maria menyebut bahwa berita-berita tersebut adalah berita palsu yang sengaja dibuat untuk menyudutkan negara Beruang Merah itu. “Ini adalah cerita yang sengaja palsu,” tegasnya.

Peringatan Pejabat AS

Sebelumnya, pihak Amerika Serikat menemukan gerakan terkoordinasi di media sosial. Gerakan tersebut terkait wabah virus Corona yang menuding AS sebagai pihak bertanggung jawab. Terdapat ribuan akun media sosial terkait Rusia telah meluncurkan upaya terkoordinasi untuk menyebarkan kekhawatiran tentang virus Corona. Hal ini disebut merusak citra AS dan mengganggu upaya global untuk memerangi epidemi virus mematikan itu.

Dilansir dari straitstimes, Sabtu (22/2/2020), pejabat Asisten Sekretaris Negara untuk Eropa dan Eurasia, Philip Reeker, mengatakan Rusia berniat merusak citra Amerika Serikat.

“Niat Rusia adalah menabur perselisihan dan melemahkan institusi dan aliansi AS dari dalam. Termasuk melalui kampanye yang bersifat fitnah dan penuh paksaan,” jelas pejabat AS itu.

Perang Disinformasi

Philip Reeker disebut sebagai Pejabat Departemen Luar Negeri AS yang bertugas memerangi disinformasi Rusia. Philip mengatakan kepada AFP bahwa akun-akun palsu dan anonim sedang marak digunakan di Twitter, Facebook dan Instagram. Akun-akun ini bergerak memperkuat isu konspirasi yang didorong pihak Rusia dalam berbagai bahasa di media sosial. Salah satunya yaitu menuduh virus Corona adalah upaya untuk mengobarkan “perang ekonomi terhadap China”.

Lebih lanjut, Philip Reeker mengatakan hal itu adalah bentuk kejahatan oleh Rusia. “Dengan menyebarkan disinformasi tentang virus Corona, aktor jahat Rusia sekali lagi memilih untuk mengancam keselamatan publik. Dengan mengalihkan perhatian dari respon kesehatan global,” ujarnya.

Propaganda di Media Sosial dan TV

Sebelumnya diberitakan BBC, Jumat (7/2/2020), pihak AS mengindentifikasi akun-akun media sosial menyebarkan pesan yang didukung Rusia. Pesan-pesan itu disebar pada acara-acara seperti demonstrasi di Chili dan perang di Suriah. Diduga akun itu dijalankan oleh manusia.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan klaim itu membuat beberapa negara di Afrika dan Asia curiga terhadap tanggapan Barat.

TV Rusia juga melaporkan bahwa para elit Barat, terutama AS, yang harus disalahkan. Salah satu jaringan TV utama negara itu, Channel One, telah meluncurkan slot reguler yang didedikasikan untuk teori konspirasi virus Corona pada program berita malam utamanya. Program berita itu dituding menyebarkan hoaks konspirasi AS dibalik wabah virus Corona.

Teori konspirasi juga banyak ditampilkan di acara bincang-bincang politik utama Channel One. Ia menyarankan bahwa berbagai pelaku seperti perusahaan farmasi, AS atau agennya terlibat. Pihak-pihak itu dituding entah bagaimana terlibat dalam membantu menciptakan atau menyebarkan virus. Atau setidaknya dalam menyebarkan kepanikan tentang hal itu. (*) [HeloBorneo.com


#coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #corona #virus #viruskorona #COVID19

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares