17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Respons Kudeta Militer Myanmar, Indonesia dan Malaysia Desak ASEAN Gelar Pertemuan Khusus

2 min read

Indonesia dan Malaysia merilis pernyataan sebagai respons kudeta militer Myanmar, mendesak ASEAN mengadakan pertemuan khusus guna membahas hal itu.  


respons kudeta militer myanmar
HeloBorneo.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) dan Presiden Indonesia Joko Widodo pada pertemuan bilateral di Istana Negara di Jakarta pada 5 Januari 2021. (Foto: Biro Pers Negara/Agus Suparto)

 

JAKARTA | Dua negara serumpun memberikan respons kudeta Myanmar yang terjadi di awal minggu ini. Lewat pernyataan bersama, Indonesia dan Malaysia mendesak ASEAN untuk mengadakan pertemuan khusus tentang kudeta militer yang sedang berlangsung di negara anggotanya, Myanmar.

Diketahui, militer Myanmar melakukan penahanan terhadap pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi awal pekan ini. Kejadian ini telah mengejutkan dunia internasional.

Pada pertemuan bilateral yang berlangsung pada Jumat (5/2/2021) ini di Jakarta, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengungkapkan keprihatinannya atas pergolakan politik Myanmar.

Kedua pemimpin kemudian mengumumkan bahwa mereka telah menginstruksikan menteri luar negeri masing-masing untuk membawa masalah ini sebagai respons kudeta militer Myanmar kepada ketua ASEAN saat ini, yaitu Brunei Darussalam.


respons kudeta militer myanmar
HeloBorneo.com – Presiden Joko Widodo dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin mendesak ASEAN untuk membahas pergolakan politik usai kudeta militer Myanmar. Presiden Jokowi bertemu dengan PM Malaysia Muhyiddin Yassin di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)

 

Pernyataan bersama sebagai respons kudeta militer Myanmar

Kedua pemimpin negara itu pun memberikan pernyataan bersama.

“Untuk mewujudkan visi Asean Community, penting bagi kita semua untuk menghormati Asean Charter, terutama rule of law, good governance, demokrasi, HAM, dan pemerintahan konstitusional,” kata Jokowi dalam keterangan pers bersama yang disiarkan secara virtual dari Istana Negara di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

“Sebagai bagian dari satu keluarga, kami telah menginstruksikan menteri luar negeri masing-masing untuk berbicara dengan ketua ASEAN untuk pertemuan khusus menteri luar negeri Asean mengenai Myanmar,” tambah Jokowi.

Sebagai respons kudeta militer Myanmar, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menggemakan kebutuhan untuk mengatasi kekacauan politik di negara anggota ASEAN itu.

“Ini adalah langkah mundur dalam transisi demokrasi Myanmar. Kami khawatir kerusuhan politik di Myanmar dapat mengganggu keamanan dan stabilitas di kawasan ini, ”kata Muhyiddin memberikan respons kudeta militer Myanmar.

Kunjungan pertama Muhyiddin

Pertemuan bilateral tersebut menandai kunjungan luar negeri pertama Muhyiddin sejak mengambil posisi perdana menteri Maret 2020 lalu.

Pada hari Senin (1/2/2021) lalu, militer Myanmar merebut kekuasaan setelah menahan Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan pejabat tingkat tinggi lainnya dari partai yang berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing mengambil alih kekuasaan dan mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun. Militer melakukan kudeta atas tuduhan kecurangan pemilu dalam pemilu November 2020 di mana NLD menang telak.

Kemudian, pada hari Rabu (3/2/2021), Polisi Myanmar mengajukan tuntutan terhadap Suu Kyi karena memiliki walkie-talkie yang diimpor secara ilegal dan menggunakannya tanpa izin. Jika terbukti bersalah, Suu Kyi bisa terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares