26 January, 2023

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Resmi! Raja Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Pasca Deadlock Pemilu

Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia. Keputusan ini diambil oleh Raja Malaysia setelah drama Pemilu Malaysia 2022 tanpa pemenang mayoritas yang menyebabkan suasana politik di Negeri Jiran itu deadlock alias mentok.

_______________________________________

anwar ibrahim jadi pm malaysia
Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia. Keputusan ini diambil oleh Raja Malaysia setelah drama Pemilu Malaysia 2022 tanpa pemenang mayoritas yang menyebabkan suasana politik di Negeri Jiran itu deadlock alias mentok.| HeloBorneo.com — Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia. (AFP/Mohd Rasfan)

 

KUALA LUMPUR | Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia. Sosok yang menjadi pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) itu resmi ditunjuk oleh Raja Al-Sultan Abdullah menjadi perdana menteri baru Malaysia pada Kamis (24/11/2022).

Keputusan ini diambil usai drama karena tak ada pemenang mayoritas dalam pemilu Malaysia yang berlangsung pada akhir pekan lalu.

Pihak Istana Negara, sebagaimana dikutip dari AFP, mengungkapkan bahwa keputusan Raja itu telah mempertimbangkan berbagai hal.

“Setelah mempertimbangkan pandangan Yang Mulia Penguasa Melayu (sultan-sultan Malaysia), Yang Mulia (Raja Abdullah) telah memberikan persetujuan untuk menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10,” demikian pernyataan Istana Negara.

Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia Tanpa Pemenang Mayoritas

Pasca pengumuman Raja itu, Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia yang paling anyar, menyusul drama panjang karena tak ada pemenang mutlak dalam pemilu akhir pekan lalu.

Sebagai informasi, hasil pemilu Malaysia yang keluar pada Ahad (20/11/2022) lalu memperlihatkan bahwa tak ada satu pun partai atau koalisi berhasil memegang mayoritas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Dalam pemilu, koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak dalam pemilu akhir pekan lalu dengan 82 kursi. Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas. Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi. (*[HeloBorneo.com]



Bagi artikel ini