24 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pertama Kali, Virus Corona Renggut Lebih 100 Jiwa Dalam Sehari

2 min read
Virus Corona Renggut
HeloBorneo.com – Seorang anggota staf medis mengukur suhu seorang pria di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di China pada 25 Januari 2020 lalu. (Foto: Hector Retamal/Getty Images)

BEIJING | Virus Corona renggut lebih dari 100 korban jiwa dalam satu hari. Untuk pertama kalinya, kejadian yang tidak diharapkan ini menimpa sebanyak 108 orang di daratan China.

Angka tersebut berdasarkan catatan kesehatan National Health Commission (NHC) atau Komisi Kesehatan Nasional negara China pada Senin (10/2/2020). Menurut NHC, Senin kemarin menandai pertama kalinya jumlah korban tewas dalam satu hari telah melewati tiga digit.

Sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (11/2/2020), jumlah kematian per hari di daratan China terus meningkat selama beberapa minggu terakhir. Terhitung sejak pemerintah China mulai mengeluarkan pembaruan harian.

Berikut rincian dari NHC:

10 Februari: 108 kematian dilaporkan
9 Februari: 97 kematian dilaporkan
8 Februari: 89 kematian dilaporkan
7 Februari: 86 kematian dilaporkan
6 Februari: 73 kematian dilaporkan
5 Februari: 73 kematian dilaporkan
4 Februari: 65 kematian dilaporkan
3 Februari: 64 kematian dilaporkan
2 Februari: 57 kematian dilaporkan
1 Februari: 45 kematian dilaporkan
31 Januari: 46 kematian dilaporkan
30 Januari: 43 kematian dilaporkan
29 Januari: 38 kematian dilaporkan
28 Januari: 26 kematian dilaporkan
27 Januari: 26 kematian dilaporkan
26 Januari: 24 kematian dilaporkan
25 Januari: 15 kematian dilaporkan
24 Januari: 16 kematian dilaporkan
23 Januari: 8 kematian dilaporkan

Pihak berwenang China mengatakan sebanyak 17 orang telah meninggal karena akibat virus Corona sebelum 23 Januari 2020.

Upaya China 

China telah melakukan banyak upaya guna menangkal penyebaran virus Corona. Awalnya, yang dipandang sebagai kasus biasa, berubah menjadi kasus sangat serius.

Langkah china diawali dengan penutupan kota Wuhan pada Kamis pagi (23/1/2020). Penutupan itu kemudian berlanjut ke kota-kota lainnya yang terdeteksi virus mematikan itu. Tak hanya itu, menjelang perayaan Imlek, pemerintah China pun membatalkan perayaan besar-besaran Imlek yang juga merupakan periode Festival Musim Semi.

Pembatalan perayaan Tahun Baru Imlek tersebut memukul pariwisata China. Padahal, sebelumnya China sudah mempersiapkan diri menyambut sebanyak 3 miliar perjalanan wisata selama periode Festival Musim Semi. Perkiraan jumlah itu sedikit naik dari tahun lalu yang angkanya tercatat sebanyak 2,99 miliar perjalanan.

____________________

Berita terkait:  Upaya Tangkal Penyebaran Virus Corona, China Batalkan Perayaan Tahun Baru Imlek

____________________

Memasuki bulan kedua tahun 2020, virus Corona menjangkiti seluruh dunia. Walau tetap terkonsentrasi di daratan China, virus ini telah menyebar ke negara-negara lain di seluruh dunia. Sebut saja Jepang, Korea Selatan, China, amerika Serikat, serta Jerman dan Inggris. (*) [HeloBorneo.com


#coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #corona #virus #viruskorona

Bagi artikel ini
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares