Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pastikan Gencatan Senjata di Donbas, Ukraina Tuntut Rusia Penuhi Kewajiban

2 min read
Ukraina Tuntut Rusia Penuhi Kewajiban
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Bendera Ukraina (Foto: Reuters)

JAKARTA | 20 Februari 2020 menjadi peringatan tahun keenam dimulainya agresi bersenjata Rusia terhadap Ukraina. Untuk memastikan gencatan senjata di Donbas, Ukraina tuntut Rusia penuhi kewajiban yang harus dijalankannya segera.

Ukraina menuntut Rusia untuk melanjutkan pemenuhan kewajibannya tanpa syarat. Yaitu sebagai pihak dalam konflik bersenjata internasional, gencatan senjata langsung, dan permulaan penyelesaian di Donbas. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam kerangka format negosiasi internasional.

“Pada 20 Februari 2014, pasukan Rusia memulai pendudukan Republik Otonomi Krimea dan kota Sevastopol. Hal tersebut merusak perdamaian dan keamanan di wilayah itu. Dengan tindakan ilegalnya, Rusia melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Yaitu prinsip-prinsip membentuk dasar hubungan internasional di dunia modern. Membentuk dasar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas. Penerapan prinsip-prinsip non-aplikasi kekuatan atau ancaman kekuatan. Termasuk juga penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara merdeka. Serta tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan, ” demikian rilis pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina (20/2/2020).

Kejahatan Internasional

Kementerian Luar Negeri Ukraina menekankan bahwa konsekuensi dari kejahatan internasional yang dilakukan oleh Rusia adalah tragis. Aksi pendudukan bagian dari Ukraina menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan terluka. Satu setengah juta orang terlantar secara internal. Termasuk jutaan warga Ukraina dipaksa untuk tinggal di wilayah yang diduduki sementara dalam menghadapi teror dan pelanggaran sistemik hak asasi manusia.

Ukraina tuntut Rusia penuhi kewajiban internasional. “Rusia juga mengabaikan kewajiban internasionalnya sebagai negara pendudukan. Manifestasi yang sangat menyakitkan dari identitas Ukraina adalah kejahatan serius di mata para penjajah. Tatar Krimea, penduduk asli Krimea, sedang mengalami penindasan. Penuntutan bermotivasi politik berdasarkan truf biaya tambahan telah menjadi praktik umum bagi otoritas pendudukan Rusia. Kejahatan penjajah termasuk wajib militer ilegal untuk angkatan bersenjata Rusia. Kebijakan sistemik pemukiman kembali penduduk Rusia ke wilayah Ukraina yang diduduki sementara bertujuan untuk mengubah demografi, paspor wajib warga negara Ukraina. Termasuk mempercepat militerisasi wilayah pendudukan,” lanjut pernyataan itu.

Minta Masyarakat Luar Negeri Ikut Beri Tekanan

Kementerian Luar Negeri menyerukan masyarakat internasional untuk lebih mengintensifkan tekanan politik, diplomatik, dan ekonomi pada Federasi Rusia. Tekanan tersebut untuk membuat Kremlin menghentikan agresi bersenjatanya terhadap Ukraina.

Termasuk juga membebaskan warga Ukraina yang ditahan secara ilegal. Mereka juga menuntut Rusia menerapkan keputusan yang relevan dari organisasi internasional dan pengadilan internasional. Dan membebaskan wilayah yang sementara diduduki. Serta menempatkan Rusia kembali ke bidang hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengucapkan terima kasih kepada mitra internasional atas dukungan politik dan praktis mereka dalam melindungi kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •