Mon. Aug 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Waspada! WHO Ungkap Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol

3 min read
Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol
HeloBorneo.com – Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters)

JENEWA | Pandemi covid-19 tak terkontrol dan semakin buruk keadaannya. Demikian ungkapan itu diutarakan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus soal perkembangan terbaru pandemi  virus corona yang belum juga reda ini.

Dirjen WHO memperingatkan secara dramatis, seraya menyampaikan pesan mengerikan hari ini, Selasa, 14 Juli 2020, dan mengatakan pandemi ini masih terus mengalami peningkatan di seluruh dunia

Sebagaimana dilansir dari dailystar, Tedros mengatakan pandemi covid-19 tak terkontrol. Dikatakannya, penyebaran virus korona semakin parah dan meminta masyarakat dunia tetap menjadikan virus tersebut “musuh publik nomor satu” yang harus diberantas secara bersama-sama.

Kondisi Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol dan Memburuk

Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol
HeloBorneo.com – Ilustrasi: suasana penanganan pasien covid-19. (Foto: Getty Images)

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, blak-blakan mengatakan sebagian besar laporan menunjukkan kondisi yang kian parah. “Virus dapat dikendalikan. Tetapi di sebagian besar dunia, virus tidak terkendali; semakin buruk.” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah penderita terus mengalami peningkatan signifikan. “Pandemi masih meningkat. Jumlah total kasus telah dua kali lipat dalam enam minggu terakhir.” lanjut Tedros.

Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 550.300 orang sejauh ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Tedros pun memberikan peringatan serius soal peningkatan kasus pandemi covid-19 tak terkontrol penyebarannya.

“Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu. Jika dasar-dasar tidak diikuti, satu-satunya cara pandemi ini akan berlangsung, itu akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk. Tapi itu tidak harus seperti ini,” tegasnya.

Tedros, yang kepemimpinannya banyak dikritik oleh Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa dari 230.000 kasus baru pada hari Minggu, 80% berasal dari 10 negara, dan 50% dari hanya dua negara. AS dan Brasil adalah negara-negara yang paling terpukul.

WHO Selidiki Asal Virus

Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Tenaga medis. (Foto: PA)

Sebuah tim WHO telah pergi ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona baru, yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan. Anggota tim berada di karantina sebelum mereka mulai bekerja dengan para ilmuwan Cina, kata kepala darurat WHO Mike Ryan.

Tedros telah berulang kali membela tanggapan WHO, dengan alasan bahwa badan kesehatan PBB memperingatkan negara-negara lebih awal tentang ancaman itu. Bahkan sejak bertahun-tahun sebelumnya. Namun dia juga mengakui bahwa dunia tidak siap menghadapi pandemi ini. Terbukti, pandemi covid-19 tak terkontrol dan belum juga menunjukkan tanda-tanda lebih baik.

“Selama bertahun-tahun, banyak dari kita yang memperingatkan bahwa pandemi pernapasan yang mematikan tidak bisa dihindari. Tapi tetap saja, terlepas dari semua peringatan itu, dunia belum siap. Sistem kami belum siap. Komunitas kami belum siap. Rantai pasokan kami runtuh. Ini saatnya untuk refleksi yang sangat jujur,” jelas Tedros.

Ketidakjelasan Trump Tarik AS dari WHO

Pandemi Covid-19 Tak Terkontrol
HeloBorneo.com – Presiden AS Donald Trump. (Foto: Stefani Reynolds/CNP/Bloomberg via Getty Images)

Selain soal pandemi covid-19 tak terkontrol, Tedros juga memberikan informasi soal Amerika Serikat yang kabarnya menarik diri dari WHO. Sebelumnya, diinformasikan bahwa Trump ingin menarik diri dari WHO. Trump menuduh organisasi menjadi kaki tangan pemerintah Cina. Trump pun menuding WHO memberikan informasi yang salah soal virus covid-19 ini.

Presiden Donald Trump menyalahkan Organisasi Kesehatan Dunia karena “setiap aspek” pandemi virus corona salah dan mengancam akan menahan dana dari organisasi internasional itu.

“Mereka memberi kita beberapa informasi terkait virus yang sangat buruk. Sehubungan dengan kita, mereka menutupi banyak hal berbahaya karena mereka tidak ingin perbatasan negara ditutup. Mereka memberikan informasi yang salah. Mereka benar-benar memberikan informasi salah pada setiap aspek informasi terkait virus ini,” kata Trump saat konferensi pers Gedung Putih Selasa (7/4/2020) lalu.

Namun, ternyata tidak semudah itu menarik AS keluar dari WHO. Presiden AS bergantung pada faktor-faktor seperti kerja sama di Kongres dan pemilihan ulang pada bulan November 2020 ini.

Tedros mengatakan WHO masih belum menerima pemberitahuan resmi tentang penarikan yang diumumkan oleh Trump. “Belum ada pemberitahuan resmi,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 17
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares