Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pandemi Covid-19, Singapura Perkuat Kekompakan Sosial Hadapi Tantangan Ekonomi

2 min read
Singapura Perkuat Kekompakan Sosial, social compact
HeloBorneo.com – Menteri Senior Tharman Shanmugaratnam menyampaikan pesan melalui siaran nasional pada 17 Juni 2020. (Foto: Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura)

SINGAPURA | Singapura perkuat kekompakan sosial, atau social compact masyarakatnya guna menghadapi tantangan ekonomi yang tidak mudah di tengah pandemi covid-19.

Menteri Senior Tharman Shanmugaratnam mengatakan Singapura akan ‘melipatgandakan” segala upaya untuk memperkuat “social compact” di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi negara pulau itu.

Tharman Shanmugaratnam menggarisbawahi perlunya negara untuk memperkuat jejaring sosialnya dan memastikan tidak ada yang tertinggal, demikian ujarnya sebagaimana dilansir dari channelnewsasia, Rabu (17/6/2020).

Berpidato dalam siaran langsung televisi nasional, Tharman menyebutkan pandemi covid-19 telah menghantam ekonomi dengan keras di seluruh dunia, termasuk Singapura. Selain berdampak ekonomi, Dia juga menyebutkan pandemi virus corona itu memiliki risiko untuk membuat krisis sosial yang mendalam.

“Bahaya ekonomi yang kita hadapi saat ini memaksa kita untuk membentengi masyarakat kita, dan memperkuat kekuatan yang telah kita kembangkan selama bertahun-tahun,” katanya.

Potensi Perpecahan Sosial

Singapura Perkuat Kekompakan Sosial, social compact
HeloBorneo.com – Ilustrasi: suasana di salah satu sudut kota Singapura (HB)

Dia mencatat bahwa perpecahan sosial sudah tumbuh di beberapa negara, tetapi sekarang semakin luas. Tharman mengatakan, pemerintah takkan membiarkan perpecahan sosial terjadi di negaranya. Itulah sebabnya, dia mengatakan pentingnya Singapura perkuat kekompakan sosial.

“Singapura tidak dapat menentang penurunan ekonomi global. Tetapi kita harus benar-benar menentang hilangnya kohesi sosial, polarisasi dan keputusasaan yang terjadi di banyak negara lain. Jangan pernah berpikir tren ini tidak dapat bertahan di Singapura,” ujarnya lagi.

Dalam pidatonya itu, Tharman mengatakan pemerintah singapura akan berfokus untuk menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan lebih kohesif. “Semua ini menajamkan perasaan tidak berdaya dan perasaan bahwa sistem ditumpuk terhadap mereka yang sudah dirugikan. Dan itu membawa persepsi lama tentang ketidakadilan rasial ke titik didih, ”katanya.

Tiga Cara Singapura Perkuat Kekompakan Sosial

Singapura Perkuat Kekompakan Sosial, social compact
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Istana Singapura (net)

Tharman, menguraikan tiga cara yang akan dilakukan Singapura perkuat kekompakan sosial.

Pertama, Pemerintah Singapura akan berbuat lebih banyak untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk melakukan yang baik untuk diri mereka sendiri, melalui pendidikan, keterampilan dan pekerjaan yang baik, kata Mr Tharman.

Kedua, akan meningkatkan dukungan bagi mereka yang memulai kehidupan yang tidak menguntungkan, untuk menjaga mobilitas sosial tetap hidup dan mengurangi ketidaksetaraan dari waktu ke waktu.

“Dan ketiga, kita semua harus memainkan peran untuk memperkuat budaya solidaritas kita, jadi kita tahu kita saling bergantung, pada saat baik dan buruk,” tambah Tharman.

Bertanggung Jawab Secara Kolektif 

Singapura Perkuat Kekompakan Sosial, social compact
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Kekompakan warga Singapura (Foto: ifonlysingaporeans.blogspot)

Politisi senior Singapura ini meminta masyarakat Singapura bersama-sama bertanggung jawab secara kolektif, sebagai bagian dari langkah Singapura perkuat kekompakan sosial. “Setiap individu harus berupaya untuk mencapai potensi penuh mereka. Tetapi kita juga harus bertanggung jawab secara kolektif, untuk membantu orang bangkit kembali dari kemunduran hidup yang tak terhindarkan, dan memastikan tidak ada warga Singapura yang tertinggal,” pinta Tharman.

“Kami melakukan ini melalui kebijakan pemerintah untuk membantu mereka yang kurang, di setiap tahap kehidupan, serta melalui inisiatif yang dipimpin warga dan komunitas perawatan yang tumbuh di setiap lingkungan,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: