Sun. Sep 20th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pandemi Covid-19 Bukan Perang, Tapi Ujian Bagi Kemanusiaan Kita

2 min read
Pandemi Covid-19 Bukan Perang
HeloBorneo.com – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpose di mejanya sebelum rekaman pidato Paskahnya di Berlin. (Foto: Sven Hoppe/AFP/POOL)

BERLIN | Pandemi covid-19 bukan perang, walau banyak yang mengandaikannya seperti itu. Alih-alih menghadapinya bagai sebuah perang yang memusnahkan segalanya, kita perlu menghadapi wabah virus ini dengan memperkuat rasa kemanusiaan kita.

Demikian Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengungkapkan hal tersebut, sebagaimana dilansir dari euronews, Sabtu (11/4/2020). Melalui pidato televisi yang disiarkan secara nasional, Frank-Walter Steinmeier mengatakan pandemi virus covid-19 adalah “ujian bagi kemanusiaan kita”.

Momen Langka

Penampilan Presiden Jerman ini merupakan sebuah momen langka. Mengingat, selama ini Angela Merkel selaku Kanselir Jerman lebih dominan tampil di publik negara tersebut.

Steinmeier terpilih pada tahun 2017 untuk menjadi presiden Jerman yang sebagian besar merupakan peran seremonial karena kepala pemerintahan adalah kanselir.

Bukan Perang

Frank-Walter Steinmeier mengungkapkan pandangannya bahwa pandemi itu “bukan perang”.  Hal ini merupakan balasan dari pandangan para pemimpin lain yang mengatakan sebaliknya. Terutama menentang pandangan yang diberikan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan Maret lalu.

“Tidak, pandemi ini bukan perang. Bangsa-bangsa tidak menentang bangsa lain atau tentara melawan tentara lain. Ini adalah ujian bagi kemanusiaan kita,” tegas Steinmeier.

Steinmeier mengajak dan memohon agar masyarakat Jerman untuk menunjukkan solidaritas terhadap orang lain. Termasuk solidaritas terhadap sesama masyarakat Eropa lainnya.

Lebih lanjut, Frank-Walter Steinmeier mengatakan bahwa krisis yang diakibatkan pandemi covid-19 ini akan menunjukkan sifat asli, baik dan buruk, dari setiap orang.

“Krisis ini memunculkan yang terbaik dan yang terburuk dari orang-orang. Mari kita tunjukkan kepada orang lain apa yang terbaik dalam diri kita,” ujarnya mengajak pemirsa memberikan yang terbaik.

Pentingnya Penemuan Vaksin dan Penghargaan Terhadap Warganya

Saat ini, Jerman memiliki lebih dari 117 ribu kasus covid-19 yang telah dikonfirmasi. Namun, negara ini memiliki lebih sedikit kematian daripada Italia, Spanyol, dan Prancis dengan total korban jiwa 2.544.

Dalam pidatonya itu, Frank-Walter Steinmeier menekankan perlunya menemukan vaksin dan membantu negara-negara yang paling rentan di dunia.

Steinmeier juga memberikan penghormatan kepada “pilar tak terlihat” dari masyarakat Jerman. Pilar-pilar tak terlihat tersebut termasuk kasir, sopir bus dan truk, tukang roti, petani, dan pengumpul sampah. Mereka adalah pahlawan yang menopang kehidupan negara Jerman tetap berjalan, terutama saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

“Bahayanya belum bisa dihindari. Tapi kita dapat mengatakan hari ini bahwa Anda masing-masing telah menyelamatkan hidup dan menyelamatkan lebih banyak dan lebih setiap hari,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •