Mon. Sep 21st, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mulai 2 Juni, Seluruh Masjid di Singapura Dibuka Terbatas

2 min read
masjid di Singapura dibuka terbatas
HeloBorneo.com – Masjid Sultan di Singapura. (Foto: Flickr)

SINGAPURA | Kabar baik bagi muslim di Negeri Singa. Pasalnya, mulai 2 Juni, seluruh masjid di Singapura dibuka terbatas untuk keperluan ibadah individu.

Pembukaan masjid-masjid dilakukan secara bertahap. Untuk tahap ini, masih terbatas pada penyediaan ruang untuk salat dan berdoa secara individu. Pembukaan terbatas ini belum memperbolehkan kegiatan salat berjamaah, termasuk salat Jumat. Kegiatan yang melibatkan kerumunan orang banyak masih ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, demikian dilansir dari Straits Time, Kamis (28/5/2020).

Sebagai informasi, masjid-masjid di Singapura telah ditutup sejak 13 Maret 2020 lalu. Sejak itu, ibadah salat dilakukan dari rumah masing-masing, termasuk juga layanan pembelajaran Islam yang dilakukan secara daring.

Masjid di Singapura Dibuka Terbatas, Tapi Tetap Hati-Hati

Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) memberikan keterangan tentang pentingnya pendekatan dengan penuh hati-hati terkait pembukaan masjid kembali. Hal ini sebagai upaya MUIS untuk terus mendukung penuh langkah-langkah pemerintah Singapura dalam mencegah penyebaran covid-19.

Lebih lanjut, MUIS mengatakan akan mengutamakan langkah-langkah pencegahan maksimal. Hal ini sebagai upaya meminimalkan kemungkinan risiko penyebaran covid-19 gelombang kedua.

Protokol Kesehatan Tetap Berlaku

Selama pembukaan masjid secara terbatas ini, protokol kesehatan pun tetap berlaku. Dalam kurun waktu 2-7 Juni 2020, masjid akan dibuka secara terbatas. Jam operasional masjid dibuka mulai pukul 13.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Setelah itu, mulai 8 Juni, sebagian besar masjid dimungkinkan untuk kembali membolehkan setiap individu untuk melaksanakan salat lima waktu.

Untuk menjaga kondisi masjid tetap bersih dari virus, ruang-ruang yang ada di masjid juga wajib untuk disemprot disinfektan secara rutin. Pemeriksaan suhu tubuh dan fisik serta menjaga jarak aman juga tetap diberlakukan.

Aturan Ketat

Aturan ketat seperti identifikasi diri juga perlu dibawa serta apabila jamaah ingin beribadah di masjid. Nantinya, jemaah yang ingin datang ke masjid harus membawa kartu identitas atau dokumen identifikasi pribadi lainnya. Identitas diri itu penting, karena ketika masuk, akan dipindai untuk sistem SafeEntry.

Jamaah juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, seperti wajib menggunakan masker, membawa barang-barangnya sendiri seperti tikar atau sajadah, dan tidak berbaur dengan jemaah lainnya. Walaupun aturan sudah cukup ketat, namun tetap tidak menutup kemungkinan aturan tersebut bisa saja semakin diperketat lagi. Hal tersebut dapat dilakukan bila perkembangan covid-19 di Singapura dinilai memburuk.

Zoning

Selama masa pembukaan terbatas, ruang-ruang beribadah di masjid akan dibagi menjadi beberapa zona (zoning). Nantinya, tiap-tiap zona yang tersedia dapat menampung hingga lima orang jamaah dari rumah yang sama.

Sekat-sekat ruang ini diprioritaskan bagi jamaah yang tidak memiliki tempat untuk beribadah. Para pengemudi taksi dan kurir atau pelaku layanan-layanan penting lainnya pun mendapatkan prioritas ini.

Tetap Utamakan Ibadah di Rumah

Walau masjid di Singapura dibuka terbatas, MUIS tetap mendorong masyarakat muslim Singapura untuk mengutamakan ibadah di rumah, terutama bagi golongan rentan seperti lansia dan anak-anak. “Kami juga mendesak masyarakat tetap beribadah di rumah masing-masing,” demikian pernyataan tertulis MUIS.

MUIS pun mendesak masyarakat untuk bekerja sama dan mengikuti aturan yang telah ditetapakan.

“Kami mendesak masyarakat untuk bekerja sama dengan para pemimpin masjid untuk mengadopsi tindakan pencegahan virus ketika mengunjungi masjid selama periode tersebut,” pungkas pernyataan MUIS. (*) [HeloBorneo.com]

=====

Bagi artikel ini
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares