24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Langkah Militer Myanmar Blokir Internet dan Kerahkan Pasukan Picu Demonstrasi Baru

Pemerintah militer Myanmar blokir internet dan mengerahkan pasukan guna menghalau aksi protes. Namun, langkah tersebut justru memicu aksi demonstrasi jalanan yang lebih besar lagi.

_____________________________________________

militer myanmar blokir internet
HeloBorneo.com — Pasukan Myanmar sedang mengatur kendaraan tempur di jalanan Kota Yangon. (Foto: AFP/Sai Aung Main)

 

YANGON | Pemerintah militer Myanmar blokir internet dan mengerahkan pasukan tambahan di seluruh negeri. Langkah pemblokiran internet bahkan telah berlangsung selama dua malam berturut-turut.

Militer Myanmar mengintensifkan tindakan keras terhadap demo protes anti-kudeta, tetapi para demonstran kembali turun ke jalan pada Senin (15/2) kemrin.

Sebagaimana dikutip dari CNA, Selasa (16/2/2021), militer Myanmar terus meningkatkan upaya untuk memadamkan aksi demonstrasi melawan perebutan kekuasaan dua minggu lalu. Aksi kudeta militer Myanmar ini membuat pemimpin sipil Aung San Suu Kyi ditahan bersama dengan ratusan orang lainnya, termasuk anggota pemerintah yang dipilih secara demokratis. Aksi kudeta ini dikecam dunia internasional.

Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint diperkirakan akan diinterogasi oleh pengadilan “melalui konferensi video” di ibu kota negara Naypyidaw minggu ini, kata pengacara Khin Maung Zaw. Sang pengacara menambahkan bahwa dirinya belum dapat melakukan kontak dengan klien mana pun.

Militer Myanmar blokir internet

Para jenderal memberlakukan penutupan Internet selama berjam-jam pada Senin (15/2/2021) pagi dan menambah kebijakan itu dengan mengerahkan pasukan demi meningkatkan kehadiran militer di seluruh negeri dalam semalam.

Kebijakan pengerahan pasukan itu termasuk dengan menurunkan kendaraan lapis baja di Kota Yangon, pusat komersial negara dan kota terbesar di negara yang merupakan  salah satu anggota ASEAN itu.

Pada Selasa (16/2/2021) ini, pemadaman Internet masih menyelimuti Myanmar dan makin meluas.

Menurut kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, NetBlocks, Langkah militer Myanmar blokir internet ini berhasil menjatuhkan tingkat konektivitas internet hingga ke level 15 persen dari tingkat biasa.



 

#Myanmar berada di tengah-tengah penutupan Internet hampir total untuk malam kedua berturut-turut” pada 1 pagi waktu setempat,” demikian cuitan NetBlocks pada Selasa (16/2/2021) pagi.

Penutupan itu dilakukan setelah satu hari pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menentang kehadiran pasukan besar di sekitar Yangon. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares