17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Malaysia Gagalkan Kartel Internasional dalam Penyelundupan Narkoba Rp17,5 Triliun

2 min read

Departemen Kepabeanan Pemerintah Malaysia (JKDM) berhasil menggagalkan upaya kartel internasional terkait penyelundupan narkoba ke negeri Jiran itu. Nilai barang haram yang berhasil disita pun cukup fantastis.

_____________________________________________

malaysia, penyelundupan narkoba
Departemen Kepabeanan Pemerintah Malaysia (JKDM) berhasil menggagalkan upaya kartel internasional yang mencoba menyelundupkan narkoba ke negeri Jiran itu. | HeloBorneo.com — Otoritas Malaysia berhasil menggagalkan kartel narkoba internasional dan menyita amfetamin senilai RM5,2 miliar atau Rp17,5 triliun yang merupakan penyitaan narkoba terbesar di negara tersebut. (Foto: ANTARA Foto/Ho-JKDM)

 

KUALA LUMPUR | Pihak berwenang Malaysia telah menggagalkan kejahatan kartel narkoba internasional dan menyita amfetamin senilai RM5,2 miliar atau Rp17,5 triliun yang merupakan penyitaan narkoba terbesar di negara tersebut.

Melansir dari Antara, Selasa (23/3/2021), Departemen Kepabeanan Pemerintah Malaysia (JKDM) mengungkapkan penggagalan tersebut merupakan kerja sama Divisi Narkotika JKDM melalui informasi intelijen dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan kerja sama Kepolisian Pemerintah Malaysia (PDRM).

JKDM menginformasikan kartel peredaran narkoba internasional berupaya melakukan penyelundupan narkoba yang dijumpai di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia. Dalam penggerebekan itu, pihak JKDM menemukan pil captagon yang diduga mengandung narkoba jenis amfetamin.

Nilai penyelundupan narkoba terbesar di Malaysia

Saat pembongkaran penyelundupan narkoba itu, ditemukan sekitar 94,8 juta pil captagon yang diduga mengandung amfetamin dengan berat kotor 16 ton dan diperkirakan senilai RM5,2 miliar (Rp18,2 triliun) tersembunyi di ban troli.

JKDM mengatakan investigasi awal menemukan bahwa peti kemas tersebut datang dari sebuah negara di Timur Tengah dan diyakini akan dikirim ke sebuah negara di Asia Timur.

Sebagai catatan sepanjang 2018, JKDM telah menyita sebanyak 3,35 ton berbagai jenis obat senilai RM160 juta (Rp560 miliar), sedangkan untuk 2019, JKDM telah menyita sebanyak 4,75 ton berbagai jenis obat senilai RM790 juta (Rp 3,3 triliun) dan pada 2020, JKDM telah menyita sebanyak 2,86 ton berbagai jenis obat senilai RM117 juta (Rp409,5 miliar)

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Bagian 39B (1) (a) dari Undang-Undang Obat Berbahaya 1952 yang jika terbukti melakukan pelanggaran diancam hukuman mati. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares