Fri. Jul 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Mahathir Mohamad Ajukan Pengunduran Diri Sebagai PM Malaysia

2 min read
Mahathir Mohamad Ajukan Pengunduran Diri
HeloBorneo.com – Mahathir Mohamad. (Foto: Aljazeera)

KUALA LUMPUR | Mahathir Mohamad ajukan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Malaysia. Surat pengunduran diri itu telah resmi dikirimkan kepada Raja Malaysia, Senin (24/2/2020).

Sebagaimana dilansir aljazeera.com, mundurnya Mahathir sebagai PM Malaysia akan membuka jalan bagi kemungkinan pembentukan pemerintahan baru. Sebelumnya, Mahathir telah berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim. Namun, menurut lapor terbaru, koalisi partai Pakatan Harapan, malah berencana membentuk pemerintahan baru tanpa mengangkat Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia.

Meski begitu, dalam pertemuan Anwar Ibrahim dan Wakil PM Malaysia Dr Wan Azizah Wan Ismail di markas PKR dengan para pemimpin partai, Anwar mengatakan kepada wartawan yang menunggu di luar bahwa dia puas dengan pertemuannya dengan Mahathir Mohamad.

Buntut Kericuhan Politik

Keputusan Mahathir ini sebagai buntut kericuhan politik sejak akhir pekan lalu. Perebutan politik dan upaya untuk membentuk pemerintahan baru tanpa Anwar Ibrahim.

Pengumuman Perdana Menteri Mahathir Mohamad terkait pengunduran dirinya pada Senin ini membuka jalan bagi kemungkinan pembentukan pemerintahan baru. Mahathir mengatakan dalam pernyataan dua baris. Bahwa ia telah memberi tahu raja Malaysia tentang pengunduran dirinya pada pukul 13:00 waktu Kuala Lumpur (0500 GMT).

Partai Mahathir, Parti Pribumi Bersatu Malaysia, juga telah keluar dari koalisi pemerintah yang berkuasa, Pakatan Harapan (Aliansi Harapan). Hal itu dikemukakan presiden partai, Muhyiddin Yassin, melalui sebuah postingan di media sosial.

Perselisihan Lama

Perselisihan antara rival lama Mahathir, 94, dan Anwar, 72, adalah babak terakhir dalam saga politik yang sudah berjalan lama antara dua tokoh politik paling terkemuka di negara itu. Kedua tokoh ini dulunya adalah tokoh terkemuka yang saling bersahabat. Karena faktor politik dan ambisi, hubungan keduanya berkembang menjadi perselisihan politik.

Perselisihan keduanya sempat mereda. Anwar dan Mahathir bersatu menjelang pemilihan 2018 untuk mengusir koalisi Barisan Nasional yang didominasi UMNO. Dominasi yang telah memerintah negara rumpun Melayu itu selama enam dasawarsa. Koalisi keduanya meraih kemenangan mengejutkan yang menyebabkan penggulingan Perdana Menteri saat itu, Najib Razak.

Tetapi ketegangan antara keduanya dalam koalisi Pakatan Harapan mereka telah meningkat, ketika Mahathir menolak menetapkan jadwal khusus untuk memenuhi janjinya untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar. (*) [HeloBorneo.com

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: