Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Korsel Siaga Merah Hadapi Lonjakan Kasus Virus Corona

2 min read
Korsel siaga merah
HeloBorneo.com – Petugas sedang menangani pasien di Korsel. (Foto: Reuters)

SEOUL | Korsel siaga merah. Korea Selatan meningkatkan kewaspadaan wabah virus corona ke level tertinggi pada Minggu (23/2). Status itu diumumkan akibat lonjakan kasus infeksi virus Corona dan dua kasus kematian akibat virus mematikan itu.

Dikutip Reuters, Minggu (23/2/2020), Pemerintah Korea Selatan menempatkan negara itu dalam “siaga merah”. Hal itu akibat meningkatnya kasus-kasus baru, yang sebagian besar dilacak setelah kembali dari gereja. Pejabat kesehatan Korea Selatan melaporkan 169 kasus infeksi baru. Dengan demikian, total menjadi 602 kasus, naik dua kali lipat dari Jumat hingga Sabtu.

Peningkatan status menjadi Korsel siaga merah ini memungkinkan pemerintah Negeri asal Kpop ini untuk mengirim sumber daya tambahan ke kota Daegu dan daerah Cheongdo. Diketahui, keuda kota itu ditetapkan sebagai “zona perawatan khusus”.

Mencegah Kegiatan Publik

Yonhap News Agency Korea Selatan melaporkan status baru itu juga memungkinkan pemerintah untuk secara paksa mencegah kegiatan publik. Pemerintah juga dapat memerintahkan penutupan sementara sekolah. Meskipun demikian, pemerintah tidak memberikan rincian langsung tentang langkah apa yang bisa diambil.

Sementara itu di China, komisi kesehatan mengkonfirmasi 648 kasus infeksi baru. Kasus ini lebih tinggi dari sehari sebelumnya. Hanya saja, 18 kasus dari angka itu berada di luar provinsi Hubei. Ini merupakan jumlah terendah di luar pusat wabah virus Corona. Terhitung sejak pihak berwenang mulai mengunci sebagian besar negara itu.

Berita dari Jepang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menginstruksikan badan-badan pemerintah pada Minggu (23/2). Abe meminta untuk segera mempersiapkan ketentuan medis dan menyusun rencana komprehensif untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Diinformasikan, Jepang telah melaporkan 27 kasus lagi.

Respons Deplu AS dan Kondisi di Luar China

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengangkat tingkat peringatan perjalanan satu tingkat untuk Korea Selatan dan Jepang ke Level 2 pada skala 1 hingga 4.

Kekhawatiran tentang jangkauan dan penyebaran cepat virus Corona juga tumbuh di Eropa dan Timur Tengah. Italia menjadi negara terparah yang terkena wabah corona di Eropa. Negara Pizza itu melaporkan lebih dari empat kali lipat kenaikan kasus infeksi corona menjadi 79 kasus, dua diantaranya meninggal.

Sementara Iran melaporkan total 43 kasus infeksi virus Corona. Dengan delapan kasus kematian, memaksa beberapa negara tetangga Iran mengumumkan pembatasan perjalanan dan imigrasi.

Tanggapan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Sabtu (22/2/2020) menekankan bahwa jumlah kasus di luar Tiongkok masih relatif sedikit. Namun, WHO khawatir dengan deteksi penyebaran infeksi corona tanpa hubungan yang jelas dengan China.

Menurut penghitungan Reuters, penyakit ini telah menyebar ke sekitar 26 negara dan wilayah di luar China. Menewaskan lebih dari 12 orang di luar China.

Potensi dampak ekonomi dari virus Corona menonjol pada pertemuan para menteri keuangan G20 di Riyadh. Pada pertemuan itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan proyeksi pertumbuhan rendah. IMF melihat pertumbuhan ekonomi China tahun ini kemungkinan akan lebih rendah menjadi 5,6%. Angka itu turun 0,4 poin persentase dari proyeksi bulan Januari 2020 lalu. Sementara ekonomi global akan turun 0,1 poin persentase. (*) [HeloBorneo.com


#coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #corona #virus #viruskorona #COVID19

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: