Sun. Sep 20th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kejam! Ini Pengakuan Penyerang Masjid di Norwegia

2 min read
Penyerang masjid di Norwegia
HeloBorneo.com – Philip Manshaus tidak menunjukkan penyesalan dalam sidang. (Foto: EPA)

OSLO | Penyerang masjid di Norwegia mendapatkan hukuman dalam kasus pembunuhan saudara perempuan tirinya dan penyerangan di masjid Al-Noor Islamic Centre pada Agustus tahun 2019. Philip Manshaus, nama penyerang itu, disebut hakim pengadilan melancarkan aksi di masjid “dengan tujuan membunuh Muslim sebanyak mungkin”.

Pengadilan Norwegia menjatuhkan hukuman 21 tahun penjara kepada Philip Manshaus dalam kasus pembunuhan saudara perempuan tirinya dan penyerangan di masjid Al-Noor Islamic Centre pada Agustus tahun 2019.

Pengadilan menetapkan Philip Manshaus, 22 tahun, harus menjalani masa hukuman minimal 14 tahun sebelum boleh mengajukan potongan hukuman.

Vonis yang dibacakan oleh Hakim Annika Lindstroem menyebutkan Manshaus telah mengakses berbagai situs neo-Nazi, termasuk laman-laman yang menyerukan perang sipil atas “dasar ras”.

Dikatakan oleh Lindstroem, Manshaus melancarkan aksi di masjid “Dengan tujuan membunuh Muslim sebanyak mungkin”. Pengadilan menolak argumen terdakwa bahwa Manshaus mengalami gangguan jiwa sehingga tidak bisa disidang.

Penyerang Masjid di Norwegia Bersenjata Lengkap

Dengan mengenakan helm, perisai tubuh dan membawa beberapa senjata, Manshaus menyerbu masjid Al-Noor Islamic Centre di Baerum, arah barat dari ibu kota Norwegia, Oslo pada Agustus 2019 lalu.

Ia sempat melepaskan beberapa tembakan sebelum berhasil dikendalikan oleh salah seorang jamaah, Mohammad Rafiq, 65, pensiunan perwira Angkatan Udara Pakistan.

Penyerang masjid di Norwegia
HeloBorneo.com – Philip Manshaus menghadiri sidang perdana pada Agustus 2019 dengan wajah dan leher memar serta luka-luka. (Foto: Reuters)

 

Rafiq juga berhasil merampas senjata Manshaus sebelum polisi tiba. Tak seorang pun mengalami luka parah dalam penembakan di masjid. Ketika itu hanya ada tiga orang di sana dan mereka sedang menyiapkan acara Idul Adha.

Tidak lama setelah serangan di masjid, jenazah saudara perempuan tirinya kelahiran China, Johanne Zhangjia Ihle-Hansen yang berusia 17 tahun, ditemukan di sebuah rumah di Baerum.

Aksi Penyerang Masjid di Norwegia Berbau Rasis Sayap Ekstrem Kanan

Pihak berwenang memperlakukan peristiwa itu sebagai aksi teror berbau rasis sayap ektrem kanan. Polisi mengungkap bukti bahwa Manshaus terinspirasi oleh Brenton Tarrant, terdakwa pelaku serangan atas dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019. Tarrant mengaku bersalah atas 51 dakwaan di Selandia Baru.

Manshaus juga memasang kamera pada helm dan merekam aksinya di masjid, tetapi gagal menyiarkan serangan itu lewat internet.

Penyerang masjid di Norwegia
HeloBorneo.com – Philip Manshaus menunjukkan tanda “OK” dengan jari-jarinya, tanda yang biasa digunakan oleh kalangan ekstremis sayap kanan. (Foto: Reuters)

Mengidolakan Hitler dan Breivik

Masa hukuman minimal 14 tahun yang ditetapkan bagi Manshaus, si Penyerang masjid di Norwegia ini lebih lama dibanding masa hukuman minimal 10 tahun dalam kasus Anders Behring Breivik, ekstremis sayap kanan yang membunuh 77 orang di Norwegia pada tahun 2011.

Sejak tahun 2015 Norwegia meningkatkan hukuman minimal untuk kasus-kasus serupa. Selama sidang berlangsung Manshaus tidak menunjukkan penyesalan. Ia juga menyebut Adolf Hitler dan Anders Behring Breivik sebagai idolanya.

Dalam sidang pada tanggal 7 Mei, Manshaus menunjukkan gestur “OK” yang biasanya digunakan oleh kalangan ekstremis sayap kanan.

Ketika hadir dalam sidang perdana tahun lalu, Penyerang masjid di Norwegia ini muncul dengan memar dan luka di wajahnya. Selain hukuman penjara, Manshaus diwajibkan membayar ganti rugi kepada keluarga korban dan biaya sidang sebesar 100,000 krone atau sekitar Rp25 juta. (sumber: BBC) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares