26 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kabar Baik! Vaksin COVID-19 Pfizer Disebut Tokcer Hadapi Subvarian Omicron

Vaksin COVID-19 Pfizer menjadi perhatian. Pasalnya, pihak Pfizer mengumumkan bahwa vaksin buatannya itu ampuh menghadapi virus subvarian Omicron.

_______________________________________

Vaksin COVID-19 Pfizer, subvarian Omicron
Vaksin COVID-19 Pfizer menjadi perhatian. Pasalnya, pihak Pfizer mengumumkan bahwa vaksin buatannya itu ampuh menghadapi virus subvarian Omicron. | HeloBorneo.com — Ilustrasi: Vaksin COVID-19 Pfizer. (Foto: Marcos Del Mazo/Lightrocket via Getty)

 

JAKARTA – Pfizer mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 buatannya yang telah dimodifikasi untuk menargetkan varian Omicron telah menunjukkan perlindungan yang jauh lebih tinggi terhadap virus corona.

Pengumuman oleh Pfizer itu menjadi kabar baik, mengingat varian Omicron kerap bermutasi dan masih menyebabkan penularan tanpa henti.

Karena varian Omicron terus menyebar ke seluruh negeri, Pfizer dan mitranya BioNTech telah mempelajari manfaat booster terbaru mereka pada sistem kekebalan untuk melawan varian paling menular itu.

Vaksin COVID-19 Pfizer Ampuh Hadapi Subvarian Omicron

“Kami percaya kami memiliki dua kandidat yang sangat kuat yang beradaptasi dengan Omicron yang menghasilkan respons imun yang jauh lebih tinggi terhadap Omicron,” ujar Albert Bourla, CEO Pfizer, pada Sabtu (25/6/2022) lalu, sebagaimana dilansir dari People.com.

Disebutkan, satu tes melibatkan booster yang menargetkan sub varian Omicron secara khusus, dan yang lainnya menargetkan Omicron dan virus asli.


Vaksin COVID-19 Pfizer, subvarian Omicron
HeloBorneo.com — Ilustrasi: Logo Pfizer,Inc. (Foto: Ist)

 

“Lebih dari 1.200 orang dewasa paruh baya dan lebih tua yang secara sukarela terlibat dalam penelitian ini mengalami peningkatan besar-besaran dalam tingkat antibodi penetralisir sebulan setelah pemberian, tergantung pada dosisnya,” ujar juru bicara Pfizer.

Kandidat yang diberi booster khusus vaksin COVID-19 Pfizer itu menghasilkan antibodi penangkal Omicron 13,5 hingga 19,6 kali lebih tinggi. Sementara itu, kandidat dengan vaksin bivalen menunjukkan peningkatan 9,1 menjadi 10,9.

Semua relawan tampaknya ditoleransi dengan baik untuk tes dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin tersebut memadai untuk Omicron BA.4 dan BA.5, yang dengan cepat beredar di Amerika Serikat, menurut pernyataan perusahaan.

“Seperti yang telah kami katakan sejak awal pandemi, kami akan mengikuti sains dan menyesuaikan pendekatan kami sendiri sesuai kebutuhan untuk membantu mengatasi COVID-19 saat virus berkembang,” ujar Albert Bourla, Ketua dan Chief Executive Officer, Pfizer.

“Berdasarkan data ini, kami percaya kami memiliki dua kandidat yang sangat kuat yang beradaptasi dengan Omicron yang memperoleh respons imun yang jauh lebih tinggi terhadap Omicron daripada yang kami lihat sampai saat ini,” pungkasnya.

Moderna Tak Mau Kalah

Awal bulan ini, Moderna juga merilis data awal yang menyatakan bahwa suntikan booster “bivalen” barunya menyebabkan peningkatan delapan kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir sementara masih efektif melawan varian lain yang menjadi perhatian.

“Kami cukup yakin vaksin ini akan memberikan manfaat bahkan terhadap keluarga subvarian Omicron,” kata Presiden Moderna Stephen Hoge kepada wartawan, per The Washington Post.

Reaksi Dari Keputusan Federal

Pengumuman suntikan vaksin yang diadaptasi Omicron datang ketika otoritas federal memutuskan apakah akan menggunakan versi “tweak” atau yang telah dimodifikasi untuk kampanye vaksinasi terbaru.

Perusahaan akan menyajikan data akumulasi terbaru mereka pada hari Selasa pada pertemuan antara Vaksin Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan Komite Penasihat Produk Biologi Terkait.  (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini