Mon. Aug 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Kabar Baik! Reka Ulang Virus Corona, Ilmuwan Australia Hampir Dapatkan Vaksin

2 min read
reka ulang virus corona
HeloBorneo.com – Seorang perawat mengukur suhu seorang wanita di area penerimaan Rumah Sakit Rakyat Pertama di Yueyang, Provinsi Hunan, dekat perbatasan dengan Provinsi Hubei, yang dikunci sebagian setelah pecahnya coronavirus baru, di Tiongkok 28 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Thomas Peter)

MELBOURNE | Terobosan dalam membendung wabah virus Corona mulai memberikan kabar baik. Tercatat, sejumlah ilmuwan di Australia menjadi yang pertama dalam menciptakan ulang, atau reka ulang virus Corona baru di luar China. Hal ini adalah sebuah “terobosan signifikan” untuk mengendalikan virus tersebut.

Dilansir dari nytimes, Selasa (28/1/2020), hasil penelitian tersebut menjadi secercah harapan. Hasil penelitian sejumlah ilmuwan di Australia ini akan dipaparkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Harapannya, langkah “terobosan signifikan” ini dapat membantu upaya diagnosa dan penanganan virus Corona.

Sebelumnya para ilmuwan virus di China telah berbagi informasi terkait runutan genom virus Corona terkini. Hanya saja, bukan virus itu sendiri. Bertempat di sebuah laboratorium khusus di Melbourne, Australia, para ilmuwan bekerja tanpa henti. Upaya mereka setidaknya membuahkan hasil. Setelah berhasil mendapatkan sampel virus pada Jumat (24/01) lalu dari seorang pasien yang tertular.

“Kami telah merancang rencana jika ada insiden seperti ini bertahun-tahun lalu. Itu sebabnya kami bisa mendapat jawaban begitu cepat,” ujar Dr Mike Catton, yang bekerja di Peter Doherty Institute for Infection and Immunity, Melbourne.

Perkembangan terkini

Sementara itu, perkembangan terkini memberikan angka yang mengejutkan. Diberitakan Reuters, pada Rabu (29/1/2020) jumlah korban dari virus Corona terbaru di Cina meningkat tajam. Angka kematian mencapai 132, dengan hampir 1.500 kasus baru.

Setidaknya, terdapat 47 kasus di 15 negara lain. Termasuk di Thailand, Prancis, AS, dan Australia. Sejauh ini, belum ada pasien yang terinfeksi virus Corona di luar China diberitakan meninggal dunia.

Harapan untuk mengubah keadaan

Hasil reka ulang virus Corona yang ditemukan para peneliti dapat berfungsi sebagai “materi kontrol”. Para dokter bahkan mengatakan penemuan tersebut dapat mengubah keadaan untuk kepentingan diagnosis terhadap virus tersebut.

Para dokter dapat mengembangkan tes pra-diagnosis. Tes ini dapat mendeteksi keberadaan virus pada orang-orang yang belum menunjukkan gejala apapun. Sebelumnya, otoritas China mengatakan virus ini memiliki karakter seperti flu. Pada umumnya, virus ini dapat menyebar selama periode inkubasi.

WHO Belum Pasti

WHO menyatakan belum dapat memastikan secara jelas apakah orang yang telah terjangkit virus Corona dapat menularkannya pada orang lain sebelum gejala-gejala pada orang pertama muncul. Menurut WHO, periode inkubasi virus Corona yang baru berkisar antara dua hingga 10 hari.

Itulah sebabnya butuh tes antibodi untuk memastikannya. Dr Mike Catton mengungkapkan bahwa tes ini akan memberi kesempatan kepada para dokter untuk menguji pasien-pasien terduga. Dengan demikian, para dokter dapat mengumpulkan data serta “gambaran” lebih detail tentang seberapa luas sebaran virus ini. Hasil dari tes ini dapat memberikan informasi lebih akurat tentang jumlah pasien terinfeksi dan juga yang meninggal.

“Tes ini juga akan membantu dalam penilaian tingkat efektivitas vaksin-vaksin yang diuji coba,” pungkasnya.

(*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #TolakSementaraTurisChina |

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares