21 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Jam Malam, Senjata Prancis Lawan Lonjakan Kasus COVID-19

jam malam - pihak keamanan
HeloBorneo.com – Pihak keamanan Prancis mengawasi ketat pemberlakuan pembatasan waktu aktivitas malam di berbagai wilayah negara tersebut guna menekan lonjakan kasus positif COVID-19 (Foto: Nathan Laine/Hans Lucas/imago images)

PARIS | Jam malam COVID-19 akan mulai diberlakukan secara ketat oleh pemerintah Prancis mulai sabtu ini, 2 Januari 2021. Penerapan jam malam ini dijalankan guna menahan lonjakan kasus COVID-19 yang merebak kembali akhir-akhir ini.

Pengetatan jam malam terlihat dengan dimajukannya waktu pelaksanaan sebanyak 2 jam, yang tadinya dimulai jam 20.00 waktu setempat, menjadi pukul 18.00 waktu setempat.

Sebagai informasi, Jumlah kasus di Prancis telah meningkat secara dramatis selama berminggu-minggu, dengan beberapa catatan diumumkan selama tujuh hari terakhir saja. Lonjakan ini juga dialami secara luas oleh negara-negara Eropa dan juga berbagai wilayah dunia lainnya.

Jam malam di 15 wilayah

Langkah tersebut akan berlaku efektif di 15 wilayah (setara dengan provinsi) negara tersebut. Juru bicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal, mengumumkan pemberlakuan jam malam di stasiun televisi TF1.

Wilayah yang bakal terkena dampak pemberlakuan jam malam meliputi Hautes-Alpes, les Alpes-Maritimes, les Ardennes, le Doubs, le Jura, la Marne, la Haute-Marne, la Meurthe-et-Moselle, la Meuse, la Haute-Saône, les Vosges, le Territoire de Belfort, la Moselle, la Nièvre et la Saône-et-Loire.

Wilayah-wilayah tersebut tidak termasuk kota-kota besar Prancis seperti Paris, Lyon atau Marseille. Mereka menutupi Nice dan Reims.

Wilayah akan direvisi berkala

Attal menjelaskan, bahwa daftar wilayah terkait jam malam akan direvisi dalam seminggu. “Virus terus beredar di Prancis… dengan perbedaan antar wilayah,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari euronews, Sabtu (2/1/2021).


jam malam
HeloBorneo.com – Gabriel Attal. (Foto: afp.com/Bertrand Guay )

Revisi secara berkala itu akan melihat apakah perlu menambah atau mengurangi pembatasan jam aktivitas malam tersebut. Semuanya bakal bergantung pada situasi terakhir terkait kasus penyebaran virus Corona. “Jika situasinya semakin memburuk di wilayah tertentu, kami akan mengambil keputusan yang diperlukan,” tambahnya.

Juru bicara tersebut menekankan bahwa jam malam lanjutan akan berlaku secara seragam di seluruh wilayah departemen terkait, tanpa membedakan antara kota dan daerah pedesaan.

Dalam  kesempatan itu, Attal juga membenarkan bahwa tempat-tempat berkumpul seperti teater, bioskop, dan lainnya, tidak akan dibuka kembali pada 7 Januari, seperti yang sebelumnya sempat disarankan menjelang Natal. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share