Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19, Presiden Singapura Dorong Muslim Rayakan Secara Daring

2 min read
Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19
HeloBorneo.com – Presiden Singapura Halimah Yacob. (Foto: AFP)

SINGAPURA | Idul Fitri di tengah Pandemi covid-19 menjadikan perayaan ini menjadi berbeda ketimbang perayaan seperti biasanya. Perayaan Idulfitri oleh muslim di berbagai negara seluruh dunia dipastikan berbeda tahun ini.

Pandemi virus corona (covid-19) memaksa umat Islam di seluruh dunia untuk tidak berkumpul bersama keluarga dalam merayakan Hari Kemenangan ini.

Kendati begitu, perayaan tetap dapat dilakukan, walau dengan cara yang berbeda.

Presiden Singapura Halimah Yacob menegaskan bahwa situasi akibat virus corona saat ini bukan berarti kegembiraan dalam perayaan Idulfitri akan hilang begitu saja. Ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh muslim di Singapura dan seluruh dunia.

Sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Sabtu 23 Mei 2020, Halimah mengatakan pentingnya untuk tetap memastikan kesehatan dan keamanan keluarga saat perayaan Idul Fitri di tengah Pandemi covid-19.

“Saya senang saat kita menjalankan ibadah puasa dan salat, kita juga tetap memastikan keluarga serta masyarakat tetap sehat dan aman,” ujar Halimah.

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 secara Daring

Tak hanya itu, Halimah Yacob juga mendorong para muslim di Singapura untuk menggunakan teknologi dalam merayakan Idul Fitri secara bersama.

“Kita dapat menggunakan teknologi untuk tetap terhubung dan merayakan (Idulfitri) bersama. Sejumlah warga mungkin akan mengadakan e-Open House, dan ada juga yang menikmati hidangan Hari Raya melalui konferensi video,” sambungnya, dalam tulisan di akun media sosial Facebook.

The holy month of Ramadan will come to an end tonight and the month of Syawal is upon us. It is a time for forgiveness…

Posted by Halimah Yacob on Friday, 22 May 2020

Singapura Segera Longgarkan Pembatasan

Singapura berencana melonggarkan pembatasan pergerakan masyarakat terkait pandemi covid-19 pada 1 Juni mendatang. Halimah berharap semua warga Singapura tetap waspada dan bertanggung jawab dalam mencegah gelombang kedua covid-19.

“Hari Raya tahun ini sudah pasti akan menjadi yang tidak bisa dilupakan, karena kita merayakannya tanpa mengunjungi keluarga,” sebut Halimah.

Presiden perempuan Singapura. pertama ini mengatakan cucunya tidak akan mengunjungi dirinya dalam musim lebaran tahun ini. Padahal biasanya, sang cucu tercinta selalu datang mengunjungi rumah Halimah di hari pertama Idulfitri.

“Jauh di mata dekat di hati. Keluarga kita bisa saja terpisah jauh dari pandangan, tapi mereka tetap dekat di hati kita, terutama dalam periode seperti sekarang,” tukasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: