17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Hepatitis Akut Misterius Pada Anak, Ini Penjelasan dan Arahan WHO

Hepatitis akut misterius menjadi penyakit terbaru yang saat ini menjadi perhatian dan keprihatinan banyak pihak. Bagaimana tidak, di saat pandemi COVID-19 mulai melandai, muncul penyakit baru yang lebih mengkhawatirkan.

_______________________________________

Hepatitis akut misterius, hepatitis akut pada anak
Hepatitis akut misterius menjadi penyakit terbaru yang saat ini menjadi perhatian dan keprihatinan banyak pihak. Bagaimana tidak, hepatitis akut pada anak ini dinilai lebih mengkhawatirkan. | HeloBorneo.com — Ilustrasi. (net)

 

GENEVA | Beberapa pekan terakhir timbul kekhawatiran akan penyakit baru menggantikan COVID-19. Pasalnya, muncul sejumlah kasus hepatitis akut pada anak yang tidak diketahui penyebabnya.

Temuan ini terdeteksi di beberapa negara termasuk Inggris Raya dan Irlandia Utara, Spanyol, Amerika Serikat (AS), Singapura, Jepang. Indonesia pun tercatat telah mendeteksi kasus hepatitis akut pada anak ini.

Lalu, apa sebenarnya hepatitis akut yang banyak menyerang anak-anak ini?

Sebagaimana dikutip dari laman resmi  WHO pada Senin (9/5/2022), ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan akut pada hati. Hepatitis akut dapat disebabkan oleh berbagai penyebab infeksi dan non-infeksi.

Ada 3 jenis utama hepatitis virus akut yakni hepatitis A, B dan C, sedangkan hepatitis virus D dan E lebih tidak biasa, terutama di lingkungan berpenghasilan tinggi.

Apa yang membuat wabah ini menjadi tidak biasa? Hepatitis akut yang parah, umumnya jarang terjadi pada anak kecil. Namun laporan awal terkait kemungkinan peningkatan kasus ini datang dari Skotlandia.

Temuan ini kemudian menyebabkan status peringatan dinaikkan di tempat lainnya di Inggris Raya dan secara global, dengan orang-orang kemudian mencari dan menemukan lebih banyak kasus serupa.

Apa yang diketahui adalah bahwa virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut ini belum terdeteksi pada pasien, begitu pula faktor perjalanan internasional atau kaitannya dengan negara lain.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, hal-hal itu belum diidentifikasi sebagai faktor yang penting.

Apakah Para Orang Tua Harus Merasa Khawatir?

Kemunculan penyakit ini harus ditanggapi secara serius, meskipun ini adalah peristiwa yang jarang terjadi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi kasus tambahan, baik di negara yang saat ini terkena dampak maupun di tempat lainnya.

Prioritasnya adalah menentukan penyebab penyakit untuk dapat lebih menyempurnakan tindakan pengendalian dan pencegahan. Lalu apa teori utama yang bisa diduga menjadi penyebab munculnya wabah ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan negara dan mitra untuk melihat berbagai kemungkinan faktor yang dapat menjadi penjelas kasus ini.

“Banyak kemungkinan sedang dieksplorasi, salah satu hipotesis utama adalah adenovirus yang merupakan sekelompok virus umum yang menyebar dari orang ke orang dan menyebabkan gejala pernafasan, muntah serta diare pada anak-anak,” kata WHO.

Sebagai informasi, Adenovirus saat ini memang digunakan sebagai salah satu hipotesis, namun itu tidak sepenuhnya menjelaskan tingkat keparahan secara gambaran klinis.


hepatitis akut misterius, hepatitis akut pada anak
HeloBorneo.com — Ilustrasi: Lambang The World Health Organization (WHO). (Foto: FABRICE COFFRINI/AFP via Getty Images)

 

Saran WHO Dalam Menghadapi Hepatitis Akut Misterius 

Pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi kasus hepatitia akut misterius ini, baik di negara yang saat ini terkena dampak maupun di tempat lain.

Prioritasnya adalah untuk menentukan penyebab kasus-kasus ini untuk lebih menyempurnakan tindakan pengendalian dan pencegahan. Langkah-langkah pencegahan umum untuk adenovirus dan infeksi umum lainnya melibatkan mencuci tangan secara teratur dan kebersihan pernapasan.

Negara-negara Anggota sangat dianjurkan untuk mengidentifikasi, menyelidiki dan melaporkan kasus-kasus potensial yang sesuai dengan definisi kasus1. Informasi epidemiologi dan faktor risiko harus dikumpulkan dan diserahkan oleh Negara Anggota kepada WHO dan lembaga mitra melalui mekanisme pelaporan yang disepakati.

Setiap hubungan epidemiologis antara atau di antara kasus-kasus tersebut dapat memberikan petunjuk untuk melacak sumber penyakit. Informasi temporal dan geografis tentang kasus, serta kontak dekat mereka harus ditinjau untuk faktor risiko potensial.

Terkait kasus hepatitis akut pada anak ini, WHO merekomendasikan bahwa pengujian darah (dengan pengalaman anekdot awal bahwa darah utuh lebih sensitif daripada serum), serum, urin, tinja, dan sampel pernapasan, serta sampel biopsi hati (bila tersedia) harus dilakukan, dengan karakterisasi virus lebih lanjut termasuk pengurutan. Penyebab infeksi dan non-infeksi lainnya perlu diselidiki secara menyeluruh.

WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan dan/atau perdagangan dengan Inggris Raya, atau negara lain mana pun tempat kasus teridentifikasi, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini