22 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Favilavir, Pilihan Eksperimental Obati Virus Corona COVID-19

2 min read
Pilihan Eksperimental Obati Virus Corona
HeloBorneo.com – Ilustrasi yang diciptakan oleh CDC menunjukkan morfologi ultrastruktural dari corona Virus Wuhan. (Foto: CDC/Alissa Eckert/Dan Higgins)

BEIJING | Para dokter China menjatuhkan pilihan eksperimental obati virus Corona pada Favilavir. Obat anti-virus keluaran dari Zhejiang Hisun Pharmaceutical, Favilavir atau Favipiravir, telah disetujui otoritas China. Obat ini sebagai  sebagai terapi investigasi untuk mengobati virus Corona atau COVID-19.

Sebagaimana dilaporkan dari pharmaceutical-technology.com, menyebutkan bahwa obat itu dijamin persetujuannya sebagai obat virus Corona. Zhejiang Hisun Pharmaceutical memperoleh persetujuan uji klinis untuk menguji Favilavir pada pasien COVID-19.

Berdasarkan dokumen persetujuan Administrasi Produk Medis Nasional, perusahaan itu telah memenuhi persyaratan untuk memproduksi versi generik Favipiravir. Namun, tetap mengharuskan perusahaan untuk bekerja lebih lanjut pada penelitian farmasi dan farmakologi klinis terkait obat tersebut.

Satu dari Tiga Obat

Favilavir disetujui untuk pemasaran dalam pengobatan influenza. Lebih dari itu, merupakan salah satu dari tiga obat yang menunjukkan kemanjuran terhadap virus Corona dalam uji coba pada manusia.

Kepala Pusat Departemen Bioteknologi Nasional China Zhang Xinmin mengatakan uji coba Favilavir menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Pasien terjangkit virus Corona menunjukkan tanda-tanda positif dengan reaksi efek samping ringan. Hal ini dilakukan dalam percobaan di Shenzhen, provinsi Guangdong.

Dua obat lainnya yang juga menunjukkan kemanjuran adalah obat anti-malaria chloroquine dan obat eksperimental Gilead remdesivir.

Tahap Uji Coba Obat Lainnya

Chloroquine, sedang dalam pemantauan di lebih dari 100 pasien yang terdapat  di lebih dari sepuluh rumah sakit di Beijing dan provinsi Guangdong. Rencana untuk studi tambahan di provinsi Hunan juga sedang berlangsung.

Sementara itu, obat Gilead dikatakan sedang dalam uji coba di lebih dari sepuluh lembaga medis di Wuhan, pusat penyebaran wabah COVID-19.

Sebuah penelitian oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) mengungkapkan bahwa remdesivir dapat mencegah virus Corona jenis sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV). Ini sejenis virus Corona pada kera. Penelitian ini turut menawarkan harapan untuk uji coba terhadap virus Corona di China.

Disebutkan pada awal bulan Februari ini, Institut Virologi Wuhan mengajukan permohonan untuk mencari paten baru untuk remdesivir. Ditengarai hal itu sebagai salah satu upaya mencari pilihan eksperimental obati virus Corona. (*) [HeloBorneo.com


#coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #corona #virus #viruskorona #COVID19

Bagi artikel ini
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares