Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dunia Ramai Salahkan China Sebagai Sumber Pandemi Covid-19

2 min read
Dunia ramai salahkan China
HeloBorneo.com – Ilustrasi (Foto: Arun Sankar/AFP/GETTY IMAGES)

PONTIANAK | Dunia ramai salahkan China sebagai sumber pandemi covid-19. Betapa tidak, bencana pandemi yang melanda seluruh dunia ini mengakibatkan kerugian luar biasa besar dari sisi ekonomi. Belum lagi bila melihat jumlah kematian yang diakibatkan pandemi ini.

Pandemi covid-19 ini berawal dari Wuhan, China. Dalam hitungan bulan sejak pertama kali Desember 2019, virus corona atau covid-19 telah menjadi pandemi global. Belakangan, China sebagai negara aawal meledaknya virus corona telah mulai pulih dari pandemi tersebut. Namun sayangnya, sebagian besar negara justru belum atau sedang mengalami puncak wabah mematikan ini.

Tak pelak, hal ini membuat sejumlah pihak mulai mengajukan gugatan hukum pada pemerintah China. Dunia ramai salahkan China, dan hal ini memberikan tekanan politik yang besar terhadap China karena pandemi corona. Bahkan ada juga yang mulai meminta pengusutan awal mula meledaknya pandemi covid-19 yang membawa kerugian jiwa dan materi di seluruh dunia.

Banyak Muncul Gugatan Hukum

Dunia ramai salahkan China
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Rak yang hampir kosong di produk pembersih dan lorong-lorong kertas sekali pakai di supermarket raksasa di Baltimore, karena penyebaran virus corona (COVID-19), pada 12 Maret 2020 lalu. (Foto: law.com)

Di Amerika Serikat, banyak muncul gugatan hukum terhadap China. Diantaranya gugatan hukum di Florida, yang menuntut pemerintah China memberikan ganti rugi. Lalu, ada juga class-action warga Amerika Serikat (AS) melalui firma hukum Berman Law Group di Miami. Gugatan class-action ini menuntut ganti rugi miliaran dolar bagi para korban. Gugatan yang menuding adanya kelalaian China tersebut telah didukung ribuan warga AS.

Sementara itu, di Benua Eropa pemikiran untuk mengajukan gugatan juga telah muncul. Henry Jackson Society, sebuah lembaga pemikir di Inggris, menyatakan Pemerintah China harus bertanggung jawab atas pandemi COVID-19 karena adanya upaya menutup-nutupi masalah pada tahap awal.

Menurut pendapat lembaga pemikir itu, negara-negara G-7 bisa menggugat ganti rugi ke China sebesar 3,2 triliun poundsterling.

Usulkan Penyelidikan Global Pandemi

Dunia ramai salahkan China
HeloBorneo.com – Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne (net)

Selain gugatan, juga muncul wacana penyelidikan terkait pandemi covid-19. Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, mengusulkan penyelidikan global atas asal usul pandemi corona. Selain itu, juga meminta penyelidikan terhadap upaya penanganan yang dilakukan China di Wuhan. China pun menolak usulan ini dengan dalih tak menghargai pengorbanan rakyat China mengatasi wabah ini.

Mengaitkan Dengan Perang Dagang AS-China

Dunia ramai salahkan China
HeloBorneo.com – Presiden AS, Donald Trump (net)

Pandemi covid-19 ini juga dikaitkan dengan perang dagang antara dua negara, yaitu Amerika Serikat dan China. Pasalnya, sebelum pandemi ini menyeruak, kedua negara sedang beradu ketegangan terkait membela kepentingan  dagang negara mereka masing-masing.

Lalu, di tengah-tengah ketegangan itu, muncul virus corona yang lantas berkembang menjadi pandemi global. Pandemi itu termasuk memberikan dampak sangat merugikan bagi perekonomian negara Paman Sam. Tak  pelak hal ini menimbulkan tuduhan dari AS bahwa pandemi  merupakan rencana dari China.

Bahkan, Presiden Trump tak sekedar mengaitkan corona yang terjadi di tengah perang dagang AS dengan China. Ia juga sesumbar menyebut bahwa tak ada yang lebih keras terhadap China ketimbang dirinya. Itulah sebabnya China melakukan tindakan balasan terhadap dirinya  dan rakyat AS dengan menyebar pandemi. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: