29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Duh! Covid-19 Merebak Kembali di Pasar, Beijing Khawatirkan Gelombang Kedua

3 min read
Covid-19 merebak kembali di pasar
HeloBorneo.com – Suasana pasar Xinfadi, pasar grosir terbesar di Beijing, yang dijaga ketat petugas. (Foto: Getty Images/bbc)

BEIJING | Pandemi covid-19 masih jauh dari usai. Covid-19 merebak kembali di pasar kota Beijing. Hal ini memunculkan kekhawatiran datangnya gelombang kedua (second wave). China yang disebut mulai pulih dari pandemi corona, ternyata kembali dirundung kekhawatiran setelah munculnya “ledakan kasus” covid-19 di salah satu pasar grosir terbesar kota itu.

Sebuah wilayah di ibukota China, Beijing, telah dikunci ketat. Tindakan ini dilakukan otoritas setempat setelah kasus covid-19 muncul kembali di tempat tersebut. Kemunculan ini menjadi yang pertama di kota itu dalam kurun waktu lebih dari 50 hari.

Ledakan kasus covid-19 ini telah dikaitkan dengan pasar grosir terbesar di kota itu. Tercatat, sebanyak 45 orang dari 517 yang diuji di pasar Xinfadi dinyatakan positif virus covid-19 merebak kembali di pasar kota Beijing itu. Demikian ujar seorang pejabat distrik tersebut, sebagaimana dilansir dari BBC, (13/6/2020). Semua pasien yang dinyatakan positif itu tidak ada yang menunjukkan gejala sama sekali.

Covid-19 Merebak Kembali di Pasar Xinfadi, Lockdown Lokal Diberlakukan

Covid-19 merebak kembali di pasar
HeloBorneo.com – Ribuan orang langsung menjalani tes setelah virus covid-19 terdeteksi kembali di pasar kota Beijing (Foto: Getty Images/bbc)

Penutupan wilayah, alias lockdown berskala lokal pun telah diberlakukan di 11 lingkungan terdekat segera setelah covid-19 merebak kembali di pasar kota Beijing. Tak hanya itu, sebanyak 10.000 staf pasar juga akan diuji cepat, atau rapid test.

Pihak berwenang juga ingin menguji semua orang yang baru-baru ini melakukan kontak dengan pasar serta mereka yang tinggal di distrik di sekitarnya. Kasus baru pertama yang dikonfirmasi di Beijing selama lebih dari 50 hari ini pun memunculkan kekhawatiran akan datangnya gelombang kedua, atau second wave.

Apa Yang Kita Ketahui Tentang Kasus Baru Covid-19 Ini?

Covid-19 merebak kembali di pasar
HeloBorneo.com – Polisi menjaga pintu masuk ke pasar daging Xinfadi yang tertutup (13/6/2020), yang telah dikaitkan dengan sekelompok baru kasus virus corona di Beijing. (Foto: AFP/Greg Baker)

Pasar Xinfadi terletak di barat daya kabupaten kota Fengtai, wilayah Beijing. Pasar ini ditutup pada Sabtu (13/6/2020) dini hari. Penutupan ini dilakukan setelah dua orang yang baru-baru ini mengunjungi pasar dilaporkan terjangkit virus covid-19. Tes di pasar tersebut kemudian menunjukkan bahwa 45 orang tercatat positif virus corona itu.

Fakta tersebut kemudian membuat otoritas setempat segera menguji ribuan orang yang bekerja di pasar itu. Chu Junwei, seorang pejabat distrik mengatakan pihaknya mengutamakan kesehatan masyarakat. “Sesuai dengan prinsip mengutamakan keselamatan massa dan kesehatan, kami telah mengadopsi langkah-langkah penguncian (lockdown-red) untuk pasar Xinfadi dan lingkungan di sekitarnya,” tegas Chu Junwei.

Sontak, suasana di wilayah tersebut pun berubah ibaratnya zona perang dengan banyaknya polisi dan tentara yang melakukan pengawasan. Chu mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan, maka status darurat pun diterapkan saat ini. “Distrik ini dalam mode darurat masa perang”, jelasnya lagi.

Terlihat ratusan polisi militer telah memasuki fasilitas di wilayah yang sekarang tertutup itu. Jaringan transportasi dan sekolah terdekat pun telah ditutup.

Kekhawatiran Munculnya Gelombang Kedua

Berita tentang penutupan itu membuat kegiatan olahraga di beberapa wilayah langsung dibatalkan. Beberapa fasilitas publik utama yang telah dibuka pun menarik turun daun jendela lagi, tanda penutupan fasilitas itu. Sekarang sudah muncul kekhawatiran gelombang kedua akibat virus covid-19 merebak kembali di pasar yang terletak di ibukota China itu.

Sebagai informasi, tercatat lebih dari 4.600 orang di China telah kehilangan nyawa mereka karena virus corona dari sekitar 426.000 di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins.

Sayangnya, pejabat China belum dapat memastikan bagaimana pasar grosir besar Xinfandi, yaitu pasar yang memasok 80% sayuran dan daging Beijing, telah menjadi sumber wabah virus corona gelombang kedua. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares