20 January, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Donald Trump Diblok Sementara oleh Facebook dan Twitter Pasca Kerusuhan di Capitol Hill

2 min read
donald trump
HeloBorneo.com – Donald Trump. (net)

WASHINGTON DC | Donald Trump “dibungkam” untuk sementara waktu oleh Facebook dan Twitter karena menyalahi kebijakan dua platform media sosial itu.

Facebook (FB) dan Twitter (TWTR) mengambil langkah luar biasa pada Kamis (7/1/2021) pagi WIB dengan mengunci akun Presiden Donald Trump di platform mereka setelah para pendukungnya menyerbu gedung Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat, untuk memprotes pemilihan. Penyerbuan itu sontak menjadi perhatian dunia.

Twitter mengatakan telah mengunci akun Presiden Donald Trump selama 12 jam, dan memperingatkan untuk pertama kalinya bahwa itu dapat menangguhkannya secara permanen.

Penguncian sementara mencerminkan pelanggaran Trump terhadap aturan Twitter, ujar platform media sosial itu.

“Kami telah meminta penghapusan tiga Tweet @realDonaldTrump yang diposting sebelumnya hari ini karena pelanggaran berat dan berulang terhadap Kebijakan Integritas Sipil kami,” kata Twitter.

“Artinya, akun @realDonaldTrump akan dikunci selama 12 jam setelah Tweet tersebut dihapus. Jika Tweet tersebut tidak dihapus, akun tersebut akan tetap terkunci.”

Twitter menambahkan bahwa “pelanggaran di masa mendatang … akan mengakibatkan penangguhan permanen akun @realDonaldTrump.”

Facebook juga memblokir akun milik Donal Trump untuk memposting di platformnya selama 24 jam, kata perusahaan itu, setelah menghapus video yang dia posting ke pendukungnya yang berpartisipasi dalam kerusuhan. Trump juga akan menghadapi blokir 24 jam di Instagram milik Facebook.

Akun Donald Trump dikunci selama 12 jam

“Kami telah menilai dua pelanggaran kebijakan terhadap Halaman Presiden Trump yang akan mengakibatkan pemblokiran fitur selama 24 jam, yang berarti dia akan kehilangan kemampuan untuk memposting di platform selama waktu itu,” kata Facebook dalam sebuah tweet.



Juru bicara Facebook Andy Stone tidak segera menanggapi pertanyaan tentang apakah Donald Trump dapat menghadapi penangguhan permanen jika dia terus melanggar kebijakan Facebook.

Pengumuman tersebut menandai eskalasi besar-besaran oleh kedua perusahaan media sosial terhadap akun Trump dan menanggapi seruan oleh kelompok hak sipil agar Trump dilarang dari platform tersebut. (*) [HeloBorneo.com] | #USCapitol #USElections2020

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share