25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Duh! Indonesia Termasuk Daftar 20 Negara Ditangguhkan Masuk ke Arab Saudi

Arab Saudi
HeloBorneo.com -Ilustrasi: Suasana di imigrasi bandara Arab Saudi (net)

 

RIYADH | Arab Saudi telah merilis daftar berisi penangguhan masuk warga negara dari 20 negara karena kekhawatiran COVID-19 yang semakin melonjak angka penularannya.

Arab Saudi telah menangguhkan masuk warga negara internasional ke negara kerajaan tersebut dari 20 negara, kecuali diplomat, warga negara Saudi, dan praktisi medis serta keluarga mereka, untuk membantu mengekang penyebaran virus corona, kantor berita negara melaporkan.

Larangan sementara, berlaku mulai Rabu (3/2/2021), termasuk orang-orang yang datang dari Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, Lebanon, Turki hingga Mesir. Selain itu, Inggris, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Portugal, Swedia, dan Swiss.

Arab Saudi juga menangguhkan Argentina, Brasil, Pakistan, India, Indonesia, Jepang, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Dikutip dari Saudi Press Agency yang melaporkan bahwa pada hari Selasa (2/2/2021) sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan daftar negara yang masuk ke dalam penangguhan.

“Keputusan tersebut akan mencakup para pelancong yang datang dari negara lain jika mereka melewati salah satu dari 20 negara yang dilarang 14 hari sebelum permintaan untuk memasuki Kerajaan,” demikian ujar sumber resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi itu.

Ada pengecualian

Namun, daftar tersebut juga memberikan pengecualian dengan syarat dan kondisi tertentu.

“Warga negara Saudi, diplomat, praktisi kesehatan dan keluarga mereka yang berasal dari negara-negara yang disebutkan atau mereka yang transit salah satu negara tersebut selama 14 hari sebelum mereka kembali ke Kerajaan akan memasuki Kerajaan sesuai dengan tindakan pencegahan yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan,” tambah sumber itu.

Pihak Kementerian dalam Negeri Arab Saudi juga mengatakan bahwa langkah itu, yang akan mulai berlaku pada hari Rabu ini (3/2/2021) diambil sebagai bagian dari tindakan pencegahan kerajaan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 yang belum juga mereda penyebarannya.

Sebagai informasi, Arab Saudi sebagai negara terbesar di antara enam negara Teluk Arab, telah mencatat lebih dari 368.639 kasus dan 6.383 kematian sejauh ini dengan 360.110 pemulihan.

Negara-negara di wilayah penghasil minyak sebagian besar telah mencabut pembatasan dengan pengecualian pemakaian masker di tempat umum dan jarak sosial. Selain emirat Dubai di UEA, Oman dan Bahrain baru-baru ini memperkenalkan langkah-langkah baru menyusul peningkatan kasus.

Semua negara Teluk telah meluncurkan kampanye imunisasi. UEA dan Bahrain menduduki peringkat kedua dan keempat secara global dalam peluncuran vaksin per kapita penduduk. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares