17 April, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

China Rilis Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Digital untuk Perjalanan Luar Negeri

2 min read

China meluncurkan sertifikat vaksinasi COVID-19 digital untuk warganya yang ingin melakukan perjalanan lintas batas ke luar wilayah negeri Tirai Bambu itu.

_____________________________________________

sertifikat vaksinasi COVID-19 digital, china
China meluncurkan sertifikat vaksinasi COVID-19 digital untuk warganya yang ingin melakukan perjalanan lintas batas ke luar wilayah negeri Tirai Bambu itu.| Heloborneo.com — Ilustrasi: Perjalanan lintas batas negara. (Foto: wittysparks)

 

BEIJING | China telah meluncurkan sertifikat vaksinasi COVID-19 digital untuk warganya yang merencanakan perjalanan lintas batas ke luar negeri.

Langkah ini menyusul kebijakan yang telah lebih lebih dahulu dilakukan negara lain yang mengeluarkan dokumen serupa saat mereka mencari cara untuk membuka kembali ekonomi mereka.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (9/3/2021), sertifikat vaksinasi COVID-19 digital ini diluncurkan mengingat saat ini vaksin telah diluncurkan secara global.

Beberapa negara, diantaranya Bahrain telah memperkenalkan sertifikat vaksinasi COVID-19 digital yang akan memberikan informasi tentang para warganya yang telah mendapatkan vaksin untuk menangkal virus corona itu.

Sementara itu, Uni Eropa setuju untuk mengembangkan paspor vaksin di bawah tekanan dari negara-negara selatan yang bergantung pada pariwisata.

Rincian informasi sertifikat vaksinasi COVID-19 digital

Departemen Urusan Konsuler di bawah kementerian luar negeri China di situsnya memberikan rincian soal sertifikat digital tersebut. Sertifikat vaksinasi COVID-19 digital yang dikeluarkan oleh China ini akan memiliki rincian tentang informasi soal vaksinasi COVID-19 dan hasil tes virus corona merujuk pada pemilik sertifikasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan pada hari Minggu (7/3/2021), bahwa tujuan dari sertifikat tersebut adalah untuk mencapai verifikasi informasi bersama seperti pengujian asam nukleat dan vaksinasi, dan berkontribusi pada interaksi orang yang aman dan tertib.

Untuk saat ini, belum jelas dengan negara mana China berbicara untuk mendapatkan pengakuan sertifikat COVID-19. Selain itu, China juga belum mengumumkan pelonggaran pembatasan karantina untuk orang-orang yang tiba di negara tersebut yang telah divaksinasi COVID-19.

Sebagai informasi, sebelumnya pada Februari 2021, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan perihal karantina bagi pengunjung yang tiba di negara itu.

“Persyaratan karantina yang ada harus tetap diberlakukan bagi orang yang tiba di China, karena ada kemungkinan orang yang divaksinasi masih dapat terinfeksi oleh virus,” demikian kata jubir tersebut. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares