17 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Brutal! Pasukan Israel Tembak Mati Wanita Palestina di Tepi Barat

Secara Brutal, pasukan israel tembak mati wanita Palestina di Tepi Barat. Kejadian ini menambah daftar korban akibat kekerasan yang telah meningkat selama beberapa pekan terakhir.

_______________________________________

wanita palestina
Secara Brutal, pasukan israel tembak mati wanita Palestina di Tepi Barat. Kejadian ini menambah daftar korban akibat kekerasan yang telah meningkat selama beberapa pekan terakhir. | HeloBorneo.com — Bendera Palestina. (Foto: AFP/Abbas Momani)

 

TEPI BARAT | Pasukan israel menembak mati seorang wanita Palestina di wilayah pendudukan israel di Tepi Barat, Palestina pada Rabu (1/6/2022).

Pihak Kementerian Kesehatan Palestina memberikan pernyataan, bahwa wanita Palestina yang ditembak oleh pasukan israel itu, telah teridentifikasi bernama sebagai Ghufran Harun Warasneh.

Sebagaimana dikutip dari Daily Sabah, diberitakan bahwa wanita Palestina itu ditembak di dada dekat kamp al-Arroub, utara Hebron. Gambar dan klip video yang beredar di platform media sosial menunjukkan korban tergeletak di tanah setelah ditembak.

Pihak Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa pasukan israel mencegah petugas medisnya mencapai tempat kejadian selama sekitar 20 menit.

Wanita Palestina Tewas Setelah Dibawa ke Rumah Sakit

Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Al-Ahli mengatakan wanita itu dirawat di rumah sakit dalam “kondisi kritis” sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara pihak tentara israel, dalam pembelaannya, mengatakan gadis itu diduga berusaha melakukan serangan penikaman. Sebuah pernyataan militer mengatakan seorang gadis bersenjatakan pisau berusaha maju ke arah seorang tentara, mendorong pasukan untuk melepaskan tembakan dan menetralisirnya.

Tidak ada cedera yang dilaporkan di antara tentara israel.

Palestina Mengutuk Serangan

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk pembunuhan itu sebagai “eksekusi lapangan.”

“Dia sedang dalam perjalanan ke pekerjaannya dan tidak ada insiden di sana atau bahaya bagi para penjahat,” demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Palestina.

The Palestinian Prisoners Club, atau Klub Tahanan Palestina, sebuah organisasi yang memantau kesejahteraan warga Palestina yang dipenjara oleh israel, mengatakan wanita berusia 31 tahun itu pernah dipenjara selama beberapa waktu singkat oleh pihak israel awal tahun ini.

Namun sayangnya, tidak ada penjelasan lanjutan yang menguraikan fakta keterangan tersebut.

Sebagai informasi, ketegangan antara Palestina dan israel meningkat setelah pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, yang bekerja untuk Al-Jazeera. Shireen tewas saat sedang  meliput pawai Israel melalui jalan raya Palestina di Yerusalem Timur. Pembunuhan ini mendapatkan kecaman dunia internasional.

Beberapa minggu terakhir telah melihat setidaknya 35 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel. Kelompok hak asasi mengatakan Israel sering menggunakan kekuatan berlebihan.

Bagi artikel ini