23 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Aung San Suu Kyi Ditahan, Kemungkinan Terjadi Kudeta Militer

Aung San Suu Kyi ditahan
HeloBorneo.com – Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters/E. Plevier)

 

NAYPYIDAW | Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi ditahan militer. Dirinya bersama beberapa sekutu politiknya telah ditahan dalam serangan yang terjadi pada Senin (1/2/2021) dini hari, kata seorang juru bicara partainya. Jubir itu lantas memperingatkan kemungkinan kudeta militer.

Perkembangan terbaru pada hari ini di Myanmar membawa kekhawatiran  baru soal ketegangan politik dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Laut China Selatan yang dapat meningkatkan ancaman penggunaan kekuatan militer di kawasan itu.

Junta Militer Myanmar yang kuat di negara itu telah menahan pemimpin negara Myanmar dalam serangan yang dilakukan semalam. Partai NLD, atau Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa mengungkapkan perihal serangan itu pada Senin (1/2/2021). Aung San Suu Kyi ditahan bersama para pemimpin senior lainnya dari partai tersebut, yang kabarnya telah “diculik”.

Sebagaimana dilansir dari DW, Juru bicara partai NLD, Myo Nyunt, mengatakan perihal serangan tersebut.

“Saya ingin memberitahu orang-orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum,” ujarnya. Myo Nyunt mengungkapkan bahwa pemenang Hadiah Nobel Perdamaian berusia 75 tahun Aung San Suu Kyi ditahan. Demikian juga halnya Presiden Win Myint dan para pemimpin lainnya. Mereka semua berada dalam tahanan.

Aung San Suu Kyi ditahan, terjadi krisis di Myanmar? 

Myo Nyunt menambahkan bahwa dirinya memperkirakan hal yang sama juga akan terjadi pada dirinya, yaitu dibawa oleh pihak militer.

“Dengan situasi yang kami lihat terjadi sekarang, kami harus berasumsi bahwa militer melakukan kudeta,” tambahnya.

Beberapa jam kemudian, media milik pemerintah MRTV mengatakan tidak dapat menyiarkan karena menghadapi masalah teknis pasca Aung San Suu Kyi ditahan.

“Karena kesulitan komunikasi saat ini, kami dengan hormat ingin memberi tahu Anda bahwa program reguler MRTV dan Radio Myanmar tidak dapat disiarkan,” kata Radio dan Televisi Myanmar dalam sebuah posting Facebook.

Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintah sipil Myanmar dan tentaranya, yang telah memimpin pemerintahan selama beberapa dekade.


Aung San Suu Kyi ditahan
HeloBorneo.com – ilustrasi: Polisi memblokir jalan di Naypyidaw, Myanmar, 29 Januari 2021, menjelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari 2021 menyusul pemilihan umum November 2020 yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. (Foto: AFP)

 

Ketakutan akan kudeta yang akan datang

Seorang juru bicara militer tidak tersedia untuk komentar pada hari Senin (1/2/2021) ini. Namun, pekan lalu, panglima militer Myanmar memicu kekhawatiran kudeta yang akan datang.

Panglima Angkatan Darat, Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan kepada personel militer Rabu (27/1/2021) bahwa mungkin “perlu” untuk mencabut konstitusi jika tidak dipatuhi.

Ketegangan politik meningkat ketika seorang juru bicara militer menolak mengesampingkan kemungkinan kudeta, dan memperingatkan angkatan bersenjata dapat “mengambil tindakan” jika kekhawatiran tentang penyimpangan pemilu tidak ditangani.

Namun, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (30/1/2021), dikatakan bahwa Tatmadaw (julukan resmi untuk militer dalam bahasa Burma) tampaknya mundur dari retorikanya, mengatakan bahwa pernyataan jenderal itu telah disalahartikan.

“Tatmadaw melindungi konstitusi 2008 dan akan bertindak sesuai dengan hukum,” katanya. “Beberapa organisasi dan media mengasumsikan apa yang mereka inginkan dan menulis karena Tatmadaw akan menghapus konstitusi,” pungkas sang juru bicara itu. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •